Duduk sendiri...
bersama harapan, mimpi dan sebuah doa...
bergejolak rasa untuk bisa menjadi "ORANG"
DUNIA DAN AKHIRAT
kurangkai kata demi kata dengan pena yang tak bertinta...
selembar kertas yang kusam bagaikan sampah...
berawal dari kemauan yang terus menghantuiku..
menjadi bunga-bunga dan duri-duri dalam setiap mimpi tidur
aku seorang penulis...
siap dan tidak siap aku harus menorehkan sebuah tulisan
dalam selembar kertas kehidupan....,
mewarnainya dengan berbagai warna sesuai kemauan ku...
karna aku adalah seorang penulis...
terang dalam gelap dan keramaian dalam kesunyian...
apapun itu .... penaku yang berbicara
karna aku seorang penulis
by yuyun yulia
ku bersyukur untuk hembusan nafas dipagi ini.... ku bersyukur untuk detak jantung yang masih berdenyut ku bersyukur untuk keadaan yang masih utuh dari ujung rambut sampai ujung kaki ku bersyukur untuk ingatan yang masih ada ku bersyukur untuk bisa melihat,mendengar dan merasakan dunia fana ku bersyukur untuk bisa melanjutkan tugas dan tanggung jawabku ku bersyukur untuk bisa mencintai dan menyayangi orang-orang disekitarku ku bersyukur untuk bisa merasakan cinta dan sayang ku bersyukur untuk kesulitan dan kemudahan dalam hidup ku bersyukur untuk kecukupan batin,jasmani,materi dan rohani ku bersyukur untuk nikmat yang Allah SWT berikan sampai detik ini aku tak bisa menghitung dan menulis dilembar-lembar kertas suci yang bertinta emas betapa rasa syukurku kepadaNYA sangat besar....Alhamdulillah YA ALLAH SWT DAN NABI MUHAMMAD SAW thank you .... pelukan dan salam hangat dari kekasihmu yang teramat lemah YUYUN YULIA Dj
In my mind
oleh Yhoen Yulia pada 6 November 2010 pukul 18:29 ·
Saat ku terjatuh....lemahhhh....rapuhhh...dan tak berdaya...
Fikiran
terlalu kacau untuk mengutarakan semua...sebenarnya semua akan buaik
sj,jika aku memahami makna lebih dari tiap arti hidup ini....
Menebarkan semua cinta dan kasihh.....memahami satu makna kebersamaan....
Hidup
adalah sebuah teka_teki yang sulit terungkap,,,tapi aku bisaaaa dan
pasti bisaaa mengungkap misteri ituuuu karna Allah swt
didekatku,,,dihatiku dan dihidupQ.izinkan aku untuk selalu bisaa dan
trus bisa menjadi hambahmu sampai nanti sampai mati....dijalanmu
YUYUN YULIA Dj
Setiap insan tentunya mendambakan kenikmatan yang paling tinggi dan abadi.
Kenikmatan itu adalah Surga. Di dalamnya terdapat bejana-bejana dari emas dan
perak, istana yang megah dengan dihiasi beragam permata, dan berbagai macam
kenikmatan lainnya yang tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh
telinga, dan terbetik di hati.
Kenikmatan-kenikmatan di Al-Jannah (Surga)
Dalam Al Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang menggambarkan
kenikmatan-kenikmatan Surga. Diantaranya Allah Subhanallahu wa Ta’ala
Shalallahu ‘alaihi wa Sallam rahimahullah berfirman:
“(Apakah) perumpamaan (penghuni) Surga yang dijanjikan kepada orang-orang
bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa
dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya,
sungai-sungai dari khamr (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan
sungai-sungai dari madu yang disaring dan mereka memperoleh di dalamnya segala
macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka sama dengan orang yang kekal
dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga
memotong-motong ususnya?” (QS. Muhammad: 15)
“Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu
(masuk Surga). Merekalah orang yang didekatkan (kepada Allah). Berada dalam
Surga kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu dan
segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian. Mereka berada di atas dipan
yang bertahtakan emas dan permata seraya bertelekan di atasnya
berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda dengan
membawa gelas, cerek, dan piala berisi minuman yang diambil dari air yang
mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk dan buah-buahan
dari apa yang mereka pilih dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.”
(QS. Al Waqiah: 10-21)
Di samping mendapatkan kenikmatan-kenikmatan tersebut, orang-orang yang
beriman kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala kelak akan mendapatkan pendamping
(istri) dari bidadari-bidadari Surga nan rupawan yang banyak dikisahkan dalam
ayat-ayat Al Qur’an yang mulia, diantaranya firman Allah Subhanallahu wa
Ta’ala:
“Dan (di dalam Surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli laksana
mutiara yang tersimpan baik.” (QS. Al Waqiah: 22-23)
Juga firman Allah Subhanallahu wa Ta’ala (yang artinya):
“Dan di dalam Surga-Surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan, menundukkan
pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka
(penghuni-penghuni Surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.”
(QS. Ar Rahman: 56)
Juga firman Allah Subhanallahu wa Ta’ala (yang artinya):
“Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.” (QS. Ar Rahman: 58)
Dan firman Allah Subhanallahu wa Ta’ala (yang artinya):
“Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung
dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan penuh cinta lagi sebaya umurnya.”
(QS. Al Waqiah: 35-37)
Wanita Penghuni Surga
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam menggambarkan keutamaan-keutamaan
wanita penduduk Surga dalam sabda beliau:
“…seandainya salah seorang wanita penduduk Surga menengok penduduk bumi
niscaya dia akan menyinari antara keduanya (penduduk Surga dan penduduk bumi)
dan akan memenuhinya bau wangi-wangian. Dan setengah dari kerudung wanita Surga
yang ada di kepalanya itu lebih baik daripada dunia dan isinya.” (HR. Bukhari
dari Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu)
Dalam hadits lain Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
“Sesungguhnya istri-istri penduduk Surga akan berdendang bagi suami-suami
mereka dengan suara yang merdu yang tidak pernah didengarkan oleh seorangpun.
Diantara yang didendangkan oleh mereka: “Kami adalah wanita-wanita pilihan yang
terbaik. Istri-istri kaum yang termulia. Mereka memandang dengan mata yang
menyejukkan.” Dan mereka juga mendendangkan: “Kami adalah wanita-wanita yang
kekal, tidak akan mati. Kami adalah wanita-wanita yang aman, tidak akan takut.
Kami adalah wanita-wanita yang tinggal, tidak akan pergi.” (Shahih Al Jami’
nomor 1561)
Ciri-Ciri Wanita Ahli Surga
Apakah hanya orang-orang beriman dari kalangan laki-laki dan
bidadari-bidadari saja yang menjadi penduduk Surga? Bagaimana dengan
istri-istri kaum Mukminin di dunia, wanita-wanita penduduk bumi?
Istri-istri kaum Mukminin yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya tersebut
akan tetap menjadi pendamping suaminya kelak di Surga dan akan memperoleh
kenikmatan yang sama dengan yang diperoleh penduduk Surga lainnya, tentunya
sesuai dengan amalnya selama di dunia.
Tentunya setiap wanita Muslimah ingin menjadi ahli Surga. Pada hakikatnya
wanita ahli Surga adalah wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Seluruh
ciri-cirinya merupakan cerminan ketaatan yang dia miliki.
Diantara ciri-ciri wanita ahli Surga adalah:
1. Bertakwa.
2. Beriman kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala, Malaikat-Malaikat-Nya,
Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari kiamat, dan beriman kepada takdir yang
baik maupun yang buruk.
3. Bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah Subhanallahu
wa Ta’ala, bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan
shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadlan, dan naik haji bagi yang
mampu.
4. Ihsan, yaitu beribadah kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala seakan-akan
melihat Allah Subhanallahu wa Ta’ala, jika dia tidak dapat melihat Allah
Subhanallahu wa Ta’ala, dia meyakini bahwa Allah Subhanallahu wa Ta’ala melihat
dirinya.
5. Ikhlas beribadah semata-mata kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala,
tawakkal kepada-Nya, mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut terhadap adzab Allah
Subhanallahu wa Ta’ala, mengharap rahmat Allah Subhanallahu wa Ta’ala,
bertaubat kepada-Nya, dan bersabar atas segala takdir-takdir Allah Subhanallahu
wa Ta’ala serta mensyukuri segala kenikmatan yang diberikan kepadanya.
6. Taat kepada suami (dalam hal ma’ruf/kebaikan)
7. Gemar membaca Al Qur’an dan berusaha memahaminya, berdzikir mengingat
Allah Subhanallahu wa Ta’ala ketika sendiri atau bersama banyak orang dan
berdoa kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala semata.
8. Menghidupkan amar ma’ruf dan nahi mungkar pada keluarga dan masyarakat.
9. Berbuat baik (ihsan) kepada tetangga, anak yatim, fakir miskin, dan
seluruh makhluk, serta berbuat baik terhadap hewan ternak yang dia miliki.
10. Menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, suka
berderma, menjaga diri dari meminta-minta, dan memaafkan orang yang
mendhaliminya.
11. Berinfak, baik ketika lapang maupun dalam keadaan sempit, menahan amarah
dan memaafkan manusia.
12. Adil dalam segala perkara dan bersikap adil terhadap seluruh makhluk
13. Menjaga lisannya dari perkataan dusta, saksi palsu dan menceritakan
kejelekan orang lain (ghibah).
14. Menepati janji dan amanah yang diberikan kepadanya.
15. Berbakti kepada kedua orang tua.
16. Menyambung silaturahmi dengan karib kerabatnya, sahabat terdekat dan
terjauh.
17. Menutup aurat dan menjaga kehormatan dirinya.
18. Menundukkan pandangan
19. Mendidik anak-anaknya dengan pendidikan islami.
Demikian beberapa ciri-ciri wanita Ahli Surga yang kami sadur dari kitab
Majmu’ Fatawa karya Syaikhul Islam Ibnu Tamiyyah juz 11 halaman 422-423.
Ciri-ciri tersebut bukan merupakan suatu batasan tetapi ciri-ciri wanita Ahli
Surga seluruhnya masuk dalam kerangka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah
Subhanallahu wa Ta’ala berfirman:
” … dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah
memasukkannya ke dalam Surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai sedang
mereka kekal di dalamnya dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. An Nisa’: 13).
Wallahu A’lam Bis Shawab.
(Dikutip dari tulisan Al Ustadz Azhari Asri dan Redaksi artikel Darus
Sunnah, berjudul Wanita Ahli Surga dan Ciri-cirinya. MUSLIMAH
XVII/1418/1997/Kajian Kali Ini, dengan beberapa tambahan)
Buletin Islam Al Ilmu Edisi: 22 / VI / VIII / 1431
www.darussunnah.or.idUntuk artikelinspiratif lain silahkan baca di www.InspirasiIslami.com
1) Faktor Biologis (jasmaniah) faktor biologis meliputi segala hal
yang berhubungan dengan keadaan fisik atau jasmani individu yang bersangkutan.
Keadaan jasmani yang perlu diperhatikan sehubungan dengan faktor biologis ini
di antaranya sebagai berikut.
a) Kondisi fisik yang normal.
Kondisi
fisik yang normal atau tidak memilki cacat sejak dalam kandungan sangat
menentukan keberhasilan belajar seseorang. Kondisi fisik yang normal ini
terutama harus meliputi keadaan otak, panca-indra, anggota tubuh seperti tangan
dan kaki, dan organ tubuh bagian dalam yang akan menentukan kondisi kesehatan
seseorang.
Sekolah-sekolah umum biasanya keadaan fisik
yang tidak normal jarang sekali menjadi masalah atau hambatan utama dalam
belajar. Hal ini karena penerimaan murid disekolah umum itu telah diseleksi
sedemikian rupa, sehingga murid yang diterima umumnya adalah mereka yang
memiliki kondisi mental dan fisik yang normal.
b) Kondisi Kesehatan Fisik
Bagaimana
kondisi kesehatan fisik yang sehat dan segar (fit) sangat mempengaruhi
keberhasilan belajar seseorang. Namun demikian di dalam menjaga kesehatan
fisik, ada beberapa hal yang sangat diperlukan. Hal-hal tersebut diantaranya
adalah makan dan minum harus teratur serta memenuhi persyaratan kesehatan,
olahraga secukupnya, dan istirahat yang cukup.
2) Faktor Psikologis (rohaniah) Faktor psikologis yang
mempengaruhi keberhasilan belajar ini meliputi segala hal yang berkaitan dengan
kondisi mental seseorang. Kondisi mental yang dapat menunjang keberhasilan
belajar adalah kondisi mental yang mantap dan stabil. Kondisi mental yang
mantap dan stabil ini tampak dalam bentuk sikap mental yang positif dalam
menghadapi segala hal, terutama hal-hal yang berkaitan dalam proses belajar.
Faktor psikologis ini meliputi hal-hal sebagai berikut.
a) Intelegensi
Intelegensi atau tingkat kecerdasan dasar
seseorang memang berpengaruh besar terhadap keberhasilan belajar seseorang.
Seseorang yang mempunyai intelegensi jauh dibawah normal akan sulit diharapkan
untuk mencapai prestasi yang tinggi dalam proses belajar. Sangat perlu dipahami
bahwa intelegensi itu bukan merupakan satu-satunya faktor penentu keberhasilan
belajar seseorang, Intelegensi itu hanya merupakan salah satu faktor dari
sekian banyak faktor.
Disekolah-sekolah
umum masalah kegagalan belajar yang disebabkan intelegensi yang rendah, tidak
banyak dijumpai kecuali jika seleksi penerimaan siswa disekolah tersebut tidak
dilakukan dengan baik. Masalah belajar yang lebih sering terjadi
disekolah-sekolah umum justru sebaliknya, yaitu tidak sedikit siswa yang
intelegensinya normal atau bahkan diatas rata-rata tetapi prestasi belajarnya
rendah. Jelas hal ini membuktikan bahwa seseorang yang intelegensinya tinggi
tidak akan bisa mencapai prestasi belajar yang baik jika tidak ditunjang
faktor-faktor lain yang juga menentukan keberhasilan belajar seperti kemauan,
kerajinan, waktu atau kesempatan, dan fasilitas belajar.
b) Kemauan
kemauan dapat dikatakan sebagai faktor utama
penentu keberhasilan belajar seseorang. Lebih dari itu, dapat dikatakan kemauan
merupakan pengerak utama yang menentukan keberhasilan seseorang dalam setiap
segi kehidupannya. Bagaimanapun baiknya proses belajar yang dilakukan
seseorang, hasilnya akan kurang memuaskan jika orang tersebut tidak mempunyai
kemauan yang keras. Hal ini disebabkan kemauan itu berpengaruh langsung terhadap
berbagai faktor lain, seperti daya konsentrasi, perhatian, kerajinan, penemuan
suatu metode belajar yang tepat, dan ketabahan dalam menghadapi kesulitan
belajar.
c) Bakat
Bakat memang merupakan salah satu faktor yang
dapat menunjang keberhasilan belajar seseorang dalam suatu bidang tertentu.
Perlu diketahui bahwa biasanya bakat itu bukan menentukan mampu atau tidaknya
seseorang dalam suatu bidang, melainkan lebih banyak menentukan tinggi
rendahnya kemampuan seseorang dalam suatu bidang.
d) Daya Ingat
Daya ingat sangat mempengaruhi keberhasilan belajar seseorang, karena
sangat mudah dimengerti. Tahap-tahap tentang proses mengingat yaitu melalui
tahap:
1) Mencamkan (memasukkan) kesan
2) Menyimpan kesan
3) Memproduksi (mengeluarkan
kembali) kesan.
Karena
itu, daya ingat dapat didefinisikan sebagai daya jiwa untuk memasukkan,
menyimpan, dan mengeluarkan kembali suatu kesan. Pengertian kesan disini adalah
gambaran yang tertinggal di dalam jiwa atau pikiran setelah kita melakukan
pengamatan.
Yang tergolong faktor eksternal
yaitu:
1) Faktor Lingkungan Keluarga
Faktor lingkungan rumah atau
keluarga ini merupakan lingkungan pertama dan utama dalam menentukan
perkembangan pendidikan seseorang, dan tentu saja merupakan faktor pertama dan
utama pula dalam menentukan keberhasilan belajar seseorang. Kondisi lingkungan
keluarga yang sangat menentukan keberhasilan belajar seseorang diantaranya
ialah adanya hubungan yang harmonis diantara sesama anggota keluarga,
tersedianya tempat dan peralatan belajar yang cukup memadai, keadaan ekonomi
keluarga yang cukup memadai, suasana lingkungan rumah yang cukup tenang, adanya
perhatian yang besar dari orang rua terhadap perkembangan proses belajar dan
pendidikan anak-anaknya.
2) Faktor Lingkungan sekolah
Satu
hal yang paling mutlak harus ada disekolah untuk menunjang keberhasilan belajar
adalah adanya tata tertib dan disiplin yang ditegakkan secara konsekuen dan
konsisten. Disiplin tersebut harus ditegakkan secara menyeluruh dari pimpinan
sekolah yang bersangkutan, para guru, para siswa, sampai karyawan sekolah
lainnya. Dengan cara seperti inilah proses belajar akan dapat berjalan dengan
baik.
Kondisi
lingkungan sekolah juga dapat mempengaruhi kondisi belajar antara lain adalah
adanya guru yang baik dalam jumlah yang cukup memadai sesuai dengan jumlah
bidang studi yang ditentukan, peralatan belajar yang cukup lengkap, gedung
sekolah yang memenuhi persyaratan bagi berlangsungnya proses belajar yang baik,
adanya teman yang baik, adanya keharmonisan hubungan diantara semua personil
sekolah.
3) Faktor Lingkungan Masyarakat
Lingkungan atau tempat tertentu yang
dapat menunjang keberhasilan belajar diantaranya adalah lembaga-lembaga
pendidikan nonformal yang melaksanakan kursus-kursus tertentu, misalnya kursus
bahasa asing, keterampilan tertentu, bimbingan tes, kursus belajar tambahan
yang menunjang keberhasilan belajar disekolah, sanggar organisasi keagamaan.
Lingkungan
atau tempat tertentu yang dapat menghambat keberhasilan belajar antara lain
adalah tempat hiburan tertentu yang banyak dikunjungi orang yang lebih
mengutamakan kesenangan atau hura-hura seperti diskotik, bioskop, pusat-pusat
perbelanjaan yang meransang kecenderungan konsumerisme, dan tempat-tempat
hiburan lainnya yang memungkinkan orang dapat melakukan perbuatan maksiat
seperti judi, mabuk-mabukan, penyalahgunaan zat atau obat. Untuk mengatasi hal
ini, kiranya peranan pendidikan dirumah dan disekolah harus lebih ditingkatkan
untuk mengimbangi pesatnya perkembangan lingkungan masyarakat itu sendiri.
4)Faktor Waktu
Bahwa
waktu (kesempatan) memang berpengaruh terhadap keberhasilan belajar seseorang.
Sebenarnya yang sering menjadi masalah bagi siswa bukan ada atau tidak adanya
waktu, melainkan bisa atau tidaknya mengatur waktu yang tersedia untuk belajar.
Selain itu masalah yang perlu diperhatikan adalah bagaimana mencari dan
menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya agar disatu sisi siswa dapat
menggunakan waktunya untuk belajar dengan baik dan disisi lain mereka juga
dapat melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat hiburan atau rekreasi yang
sangat bermanfaat pula untuk menyegarkan pikiran.
Adanya
keseimbangan antara kegiatan belajar dan kegiatan yang bersifat hiburan atau
rekreasi itu sangat perlu. Tujuannya agar selain dapat meraih prestasi belajar
yang maksimal, siswa juga tidak dihinggapi kejenuhan dan kelelahan pikiran yang
berlebihan serta merugikan
Dari sekian banyak faktor yang
mempengaruhi prestasi belajar, dapat digolongkan menjadi tiga macam, yaitu:
1) Faktor-faktor stimulus belajar.
Stimulus
belajar disini yaitu segala hal diluar individu itu untuk mengadakan reaksi
atau perbuatan belajar. Stimulus dalam hal ini mencakup material, penugasan,
serta suasana lingkungan eksternal yang harus diterima dan dipelajari oleh
pelajar. Berikut ini dikemukakan beberapa hal yang berhubungan dengan
faktor-faktor stimulus belajar.
a) Panjangnya bahan pelajaran
b) Kesulitan bahan pelajaran
c) Berartinya bahan pelajaran
d) Berat ringanya tugas
e) Suasana lingkungan eksternal.
2) Faktor-faktor metode belajar.
Metode
belajar yang dilakukan oleh guru sangat mempengaruhi metode belajar yang
dipakai oleh pelajar. Dengan perkataan lain, metode yang dipakai oleh guru
menimbulkan perbedaan yang berarti bagi proses belajar. Faktor-faktor metode
belajar menyangkut hal-hal berikut ini
a) Kegiatan berlatih atau praktik.
b) Overlearning dan drill.
c) Resitasi selama belajar.
d) pengenalan tentang hasil-hasil belajar.
e) Belajar dengan keseluruhan dan dengan
bagian-bagian.
1.Sebagai
calon pekerja sosial saudara diharapkan memiliki sifat dan perilaku sebagai
pekerja sosial profesional, memiliki tanggung jawab etik terhadap klien, teman
sejawat, badan/lembaga tempat bekerja, profesi, dan masyarakat. Jelaskan sifat
dan perilaku serta tanggung jawab etik pekerja sosial yang dimaksud?
Jawaban
Sebagai
pekerja sosial perlu memiliki sifat dan perilaku serta tanggung jawab etik
pekerja sosial, karena dapat melindungi reputasi profesi, meningkatkan
kompetensi dan tanggung jawab serta melindungi masyarakat. Itu menjadi tuntutan
atau standar perilaku yang dianggap baik sehingga tidak terjadi malpractice,
seorang pekerja sosial tentunya akan memiliki jiwa yang peka terhadap orang
yang ada disekelilingnya.
Kode
etik pekerja sosial :
1)Perilaku
dan sifat utama pekerja sosial profesional
ØKualitas
kepribadian (propriety), sebagai pekerja sosial sifat tersebut harus dimiliki
karena menjadi gambaran dan cerminan ketika menghadapi klien.
ØPengembangan
kompetensi dan kemampuan profesional, hal tersebut menjadi acuan bagi perja
sosial ketika menangani klien untuk memecahkan suatu masalah.
ØPelayanan
(sevice), merupakan suatu kelebihan yang akan diberikan pekerja sosial kepada
klien yang sedang mendapatkan dan memperoleh masalah
ØIntegritas
(integrity), bila seorang pekerja sosial telah memiliki integritas yang tinggi
tentu akan tercermin dari sikap dan prilaku yang menjadi prinsip dalam
kehidupaan
ØBelajar
dan meneliti (scholarship and research), seorang pekerja sosial sepantasnya
selalu mencari dan terus mencari pengetahuan yang baru sehingga dapat menambah
pengetahuannya, dalam proses pembelajaran itu pekerja sosial perlu meninjau dan
meneliti sumber ilmu yang dia dapatkan agar lebih jelas kebenaranya.
2)Tanggung
jawab etik pekerja sosial terhadap klien
ØMengutamakan
kepentingan klien (primacy of client’s interest), hal tersebut harus menjadi
prioritas yang perlu diperhatikan bagi pekerja sosial ketiha mengahadapi klien
ØHak-hak
dan prerograsi klien, pekerja sosial perlu mengetahui hak-hak dan prerograsi
tersebut agar tidak terjadi kesalahpahaman antara keduanya
ØKonfidensialitas
dan kedirian, penanganan yang dilakukan perkerja sosial harus mengetahui
batasan privasi yang dimiliki klien dimana hal yang perlu untuk dibacarakan dan
membantu klien dalam menghadapi masalahnya
ØImbalan,
terdapat sebuah timbal balik yang menjadi perhatian juga dimana ada yang
memberi dan ada yang menerima tentunya pekerja sosial sebagai pemberi bantuan
dan klien penerima yang nantinya akan memberikan imbalan.
3)Tanggung
jawab etik terhadap teman sejawat
ØMenghargai,
jujur, dan menghormati , dengan sikap tersebut dapat membangun sikap
kepercayaan kepada klien maupun teman sejawat.
ØTanggung
jawab terhadap klien temannya, ini keperdulian seorang pekerja sosial perlu
digali baik klien yang ditangani maupun klien temanya.
4)Tanggung
jawab terhadap badan sosial
ØMenjunjung
tinggi dan memegang teguh komitmennya terhadap organisasi yang
mempekerjakannya.
5)Tanggung
jawab terhadap profesi
ØMemelihara
integritas profesi, hal tersebut menjadi patokan bagi pekerja sosial untuk
menghargai profesinya sebagai pekerja sosial
ØPelayanan
masyarakat (community service)
ØPengembangan
pengetahuan (development of knowledge)
6)Tanggung
jawaab terhadap masayarakat
ØPekerjaan
sosial hendaknya berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan umum masyarakat,
kepedulian yang ditunujukan oleh pekerja sosial akan menumbuhkan rasa percaya
dan menghargai profesi tersebut bahkan sangat dibutukan dan kesejahteraan yang
dibuat pekerja menjadi nilai yang positif harus dikembangka
2.Naomi
L. Brill dan Leonara Sefarica de Guzman merumuskan keterampilan Pekerjaan
Sosial sebagai berikut : differential
diagnosis, timing, fartialization, focus, establishing partnership, dan structur. Jelaskan istilah-istilah
tersebut?
Jawaban
ØDifferential diagnosis
: ialah keterampilan yang dimiliki oleh pekerja sosial untuk memahami keunikan
klien, intervensi, prinsip-prinsip individualisasi.
Hal tersebut menjadi
dasar bagi pekerja sosial untuk membedakan setiap karakter dan individu yang
menjadi klien.
ØTiming :
ialah keterampilan untuk mengelola waktu. Memiliki waktu yang dibatasi. Pintar
mengatur waktu dan mengkordinir waktu.
Karena dalam pemecahan
masalah pekerja sosial dibatasi waktu sehingga pekerja sosial harus
memanfaatkan waktu sebaik-baiknya
ØPartialization :
adalah seuatu keterampilan dan kemampuan yang memisahkan, mengklasifikasi,mengelompokan,merealisasikan,menganalisis
dan menginterprestasikan masalah-masalah
yang dihadapi oleh klien, prioritas masalah-masalah tersebut.
ØFocus : ialah
point of entry. Keterampilan untuk dapat fokus terhadap suatu masalah.
Dalam kaitan tersebut
menjadi tutuk masuk bagi pekerja sosial dalam menjalankan suatu kasus.
ØEstablishing
partnership : ialah keterampilan mengajak
klien/oarang /sistem terkait dalam pemecahan masalah, sistem klien (client
system), sistem pelaksana perubahan ( change agent system ), sistem kegiatan
(action system), dan sistem target sasaran (target system).
ØStructure :
ialah keterampilan pekerja sosial untuk membatasi pelayanan yang diberikan.
Diantaranya ialah keterampilan sebagai berikut: Engagement skill, Observation
Skill, Communication skill, dan Empathy skill.
3.Mr.X
adalah seorang pengangguran dan pengguna alkohol, dia datang kepada Pekerja
Sosial untuk meminta bantuan agar kebiasaan minum alkoholnya berkurang serta
mengharapkan mendapatkan suatu keterampilan kerja sebagai bekal hidup dimasa
akan datang.
a.Jelaskan
sumber-sumber apa saja yang perlu Saudara identifikasi pada kasus Mr.X
b.Salah
satu kebutuhan Mr.X adalah memperoleh latihan keterampilan pada Balai Latihan
Kerja, jika dalam mendayagunakan sumber dimaksud Saudara menggunakan teknik
AIMM jelaskan langkah-langkahnya.
c.Dalam
upaya menghilangkan kecanduan alkohol pada kasus Mr.X Saudara menggunakan
metoda CW dan GW. Jelaskan alasan dan tujuan penggunaan kedua metoda tersebut,
khusus pada metoda CW teknik dan peran pekerjaan sosial yang Saudara lakukan,
pada metoda GW jenis kelompok apa yang saudara gunakan serta jelaskan
tujuannya.
Jawaban
a.Sumber-sumber
yang perlu diindentifikasi pada kasus X dilihat dari berbagai sumber yang ada :
·Sumber internal :
antara lain Kemampuan Intelektual, Imaginasi, Kreatifitas, Motivasi, Semangat,
Karakter Moral, Kekuatan & Ketahanan fisik, Keterampilan & Kecantikan,
Pengetahuan, dll.
Hal tersebut dapat kita
lihat dari dari dalam diri klien itu sendiri.
·Sumber external : hal
yang berada diluar dari diri klien, misalnya tempat lowongan kerja, dan juga
adanya pihak-pihak yang dapat mempermudah klien untuk mengembangkan potensi
yang ada dalam dirinya.
·Sumber NonFormal ialah
sumber yang terjadi karena keterikatan misalnya saudara dan lingkungan sekitar,
hal tersebut menjadi motivasi serta dukungan yang diberikan oleh kerabat dekat
b.Dilakukan
melalaui empat langkah AIMM :
Singkatan tersebut
A : Analisis Kebutuhan
I : Identifikasi Sumber
M : Mobilisasi Sumber
M : Managemen Sumber
1.Analisis
kebutuhan : dimana mengumpulkan data dan informasi tentang klien. Kenutuhan
yang akan digunakan sehingga dapat terpenuhi jika kasus yang dimaksud berkenaan
dengan Mr X yang ingin memperoleh latihan keterampilan pada balai latihan
tenaga kerja tentunya harus di analisi kebutuhan apa yang akan terpenuhi lagi
untuk mendekati sumber.
2.Identifikasi
sumber : dimana menemukan dan menentukla sumber yang sesuai dengan keinginan mr
X untuk membuat ia agar sejahtera
3.Mobilisasi
sumber : menggali atau menghubungkan sumber dengan klien serta memanfaatkanya,
ketika mr X sudah mendapatkan sumber pekerjaan yang cocok maka perlua ada
pendekatan extra.
4.Manajemen
sumber : mangatur, mengalokasikan, dan menggunakan sistem sumber agar proses
pemenuhan kebutuhan sesuai, hal tersebut perlu dilakukan mr X agar dalam
memperoleh pekerjaan yang baru tersebut bertahan dalam menstabilakan
keterampilannya.
c.Alasan
dan tujuan menggunakan metoda CW karena metoda ini pendekatannya untuk membantu
individu-individu yang mengalami masalah berdasarkan relasi satu persatu dan
bersifat klinis, alasan dan tujuan menggunakan metoda GW karena metoda tersebut
menggunakan kelompok sebagai media pertolongan pekerjaan sosial dan mempunyai
tujuan memelihara keberfungsian personal dan sosial anggota kelompok beragam
tujuan korektif, preventif, pertumbuhan sosial normal, peningkatan personal,
dan partisipasi serta tanggung jawab masyarakat.
Peran
pekerja sosial CW ,yaitu
1.Broker
: penyedia pelayanan
2.Mediator
: Menghubungkan klien dengan penyedia pelayanan
3.Public
educator : memberi informasi
4.Advocate
: membela hak-hak klien
5.Outreach
: menjangkau klien
6.Behaviour
specialist : menjadi ahli dalam strategi perubahan perilaku
7.Konsultan
: memberi nasihat dan saran
8.Konseler
: memberikan pelayanan konseling
Pada metoda group work
(GW) metoda yang digunakan untuk menangani kasus penyembuhan terhadap pengguna
alkohol tersebut adalah dengan jenis kelompok penyembuhan diman suatu kelompok
yang beranggota orang mengalami masalah personal dan emosional yang berat
dimana sarana pengubahan perilaku yang awalnya pengguna minuman alkohol menjadi
tidak menggunakan alkohol.
Lalu bisa juga dengan
meningkatkan kelompok mandiri dan pendidikan untuk memperoleh pengetahuan dan
keterampilan yang lebih kompleks.
Tujuannya
GW menurut Gisela Konofka :
vIndividualisasi
vMengembangkan
rasa memiliki
vMengembangkan
kemampuan dasar untuk berpartisipasi
vMeningkatkan
respect terhadap keberbedaan
vMengembangkan
iklim sosial yang hangat dan penuh penerimaan.
salah satu tugas dari YUYUN YULIA, NRP : 10.04.182