Senin, 17 September 2012

FEEL



PENYESALAN YANG MEMBUATKU BERTAHAN
DAN YAKIN

LIHATlah dulu cinta  telah menyapaku tetapi aku malah tak memperdulikannya. lihatlah sekarang apa yang terjadi ?????? Yang terjadi hanyalah aku melihat diriku kecewa karena penyesalan yang aku buat sendiri, aku menyesal seakan – akan waktu aku ingin mengulang waktu, tapi sayang waktu takkan bisa terulang lagi.
Hal itu, bagaikan bunga yang indah yang kamu abaikan, dan kamu tak mau merawatnya lagi. Sehingga disaat kamu menginginkannya, ingin melihat dan merawatnya kamu takkan bisa lagi karena kamu telah membuatnya layu, mati dan mustahil lagi untuk hidup. Kenapa aku harus melakukan hal itu ???? aku ingin kamu ada disini, disisiku. kenapa dengan diriku ???? aku sangat menyesal dengan keputusanku saat itu, aku menyesallll.
tapi aku yakin dengan penyesalanku saat ini akan membuatku teguh dan yakin dengan keputusan yang akan aku ambil di suatu hari nanti.! dibalik penyesalan itu aku belajar untuk tidak mendaptkan cinta yang sia-sia, cinta yang aku harapkan bukan seperti itu aku mengharapkan kasih ilahi rob yang selalu menyertai setiap kasih dan cinta yang nntinya aku berikan kepada seseorang yang tepat dan seluruh hamba allah yang begitu indah. ^_^


Aku ingin jatuh cinta ... jatuh cinta merasakan yang dulu pernah kurasa
Tapi kali ini harus berbeda dimana aku menempatkan posisisku sebagai wanita, yang mencintai hanya karna ALLAH SWT
Yang seluruh cinta kasih hanya untuk membahagiakan sang pencipta cinta
Aku ingin disayangi dan memberi kasih sayang mencurahkan seluruh perasaan krna syukurku atas nikmat cinta itu
Ketika hati ini lelah mencari, menunggu, dan berharap aku tau kasih cinta dann belaian Rob ku yang selalu menemani setiap iringan kisahku
kuat kan aku.....................jangan sampai aku tergoda oleh nistanya cinta yang tak pasti membawa kebahagian untuk dunia dan akhirratku
sabarkan aku  Ya allah....................
penantian yang panjang akan ada ujungnya.........setiap duka akan ada kebahagian dibalik itu.amin

Pengalaman yang berharga adalah hal tak pernah kamu kira akan terjadi dan akhirnya hal kamu tak kamu kira itu terjadi juga hal yang akan membuatmu bahagia, sedih, marah. Tetapi hal itu akan selalu kamu kenang, dengan dibayangi dengan rasa takut, senang, dan deg-degan.
Ada Pengalaman yang jika kamu kenang akan membuatmu takut untuk melakukannya lagi, dan ada pengalaman yang jika kamu kenang kamu akan merasa ingin mengulang kejadian itu tetapi tak bisa, dan ada juga pengalaman yang jika kamu kenang kamu masih ragu-ragu untuk melakukannya kembali dan dengan keraguan itu kamu yakin kamu harus melepaskan dan membuang pengalaman itu.
Dan pengalaman yang teindah yang jarang setiap orang akan mendapatkannya yaitu pengalaman pernah mendapatkan sesuatu yang indah berupa cinta sejati, kasih syang yang tulus, dan sahabat yang rela demi kebahagiaan kita. Pengalaman itu aku sebut peristiwa yang amat langkah.
akan ada pengalaman hidup yang Allah SWT telah berikan, bhkan itu lebih dari yang kamu harapkan!!
soooo, believe that

dalam setiap doaku percaya bahwa cinta yang hakiki hanya milik mu ALLAH SWT,terimah kasih untuk cinta yang telah kau alirkan disetiap darah umatmu yang begitu indah dan mkhluk sempurna

RENCANA TUHAN ITU INDAH







Jumat, 14 September 2012

just info "Waktu-waktu Terkabulnya Doa"

Waktu-waktu Terkabulnya Doa

1. Sepertiga Malam Terakhir : “Sesungguhnya kala malam hari itu ada satu waktu yang jika seorang muslim meminta kepada Allah kebaikan dari urusan dunia dan akhirat, niscaya Allah akan mengabulkannya. Dan waktu tersebut terjadi setiap malam” (HR. Muslim).
2. Antara Adzan dan Iqomah :“Doa antara adzan dan iqomah itu tidak akan tertolak” (HR. Ahmad).
3. Saat Sujud :“Saat p...aling dekat antara hamba dengan penciptanya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah doa (ketika sujud)” (HR. Muslim)
4. Hari Jum’at :“Sesungguhnya dalam hari jumat itu ada saat-saat yang jika seorang muslim meminta kepada Allah suatu kebaikan didalamnya, maka Allah akan mengabulkannya” (HR al-Bukhari dan Muslim)
5. Saat Menderita dalam Peperangan :“Dua keadaan yang (doa) tidak akan ditolak, yaitu ketika adzan dan ketika menderita dalam peperangan” (HR. Dawud)
6. Ketika Ayam Berkokok :“Apabila engkau mendengar ayam berkokok, maka memintalah kepada Allah, karena sesungguhnya diantara keutamaannya (ayam itu) telah melihat malaikat. Dan jika engkau mendengar suara khimar (keledai) maka memintalah perlindungan kepada Allah dari godaan setan, sesungguhnya ia (khimar) telah melihat setan” (HR. Bukhari dan Muslim)
Roh yang Keluar Dengan Kabar Gembira & BurukPara malaikat datang.

Apabila orang itu shalih, maka mereka mengatakan: ‘ Keluarlah, wahai jiwa yang baik yang berada pada jasad yang baik. Keluarlah dengan terpuji dan gembiralah dengan kesenangan dan keharuman serta Tuhan yang ridha dan tidak murka. ‘Jiwa tersebut tetap dipanggil demikian hingga keluar. Kemudian roh itu dinaikkan ke langit lalu dibuk...akan untuknya seraya ditanyakan, ‘Siapakah ini?’ mereka (Para malaikat) menjawab, ‘Fulan bin Fulan’. Maka dikatakan :‘Selamat datang jiwa yang baik yang berada pada jasad yang baik. Masuklah dengan terpuji dan bergembiralah dengan kesenangan dan keharuman serta Tuhan yang ridha dan tidak murka’. Ia tetap diaktakan demikian hingga sampai di langit yang padanya Allah SWT bersemayam. Jika ia seoarng yang buruk, maka malaikat maut berkata kepadanya, Keluarlah jiwa yang buruk yang berada pada jasad yang buruk. Keluarlah dengan tercela dan rasakanlah neraka Jahim dan Ghassaq serta yang lainnya dalam rupa berpasang-pasangan. ‘Ia tetap dikatakan demikian hingga rohnya keluar. Keudian di naikkan ke langit lalu dibukakan untuknya seraya ditanyakan, ‘Siapakah ini?’ Maka dijawab, ‘Fulan bin Fulan’. Maka dikatakan, ‘Tidak menerima jiwa yang buruk. Kembalilah dengan tercela, karena tidak dibukakan untukmu pintu-pintu langit’. Kemudian roh itu dikirimkan dari langit kemudian sampai ke kubur. (HR. Ibnu Majah dari Abu Bakr bin Abi Syaibah)


7 Macam Dosa Besar
1. Menyekutukan Allah
2.Mengerjakan Sihir
3.Membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan alasan yang hak
4.Memakan Riba
5.Memakan harta anak yatim
6. Lari dari medan perang
7.Menuduh berzina wanita-wanita yang terpelihara kehormatannya yang dalam keadaan lalai lagi beriman

Ya Allah jauhkanlah kami dari melakukan dosa-dosa besar. Ampuni dosa kami.. Sungguh engkaulah Maha Pengampun.




Kamis, 13 September 2012

Aliran –aliran dalam ilmu psikologi dan contoh

Aliran –aliran dalam ilmu psikologi

A.    Psikologi Behaviorisme

    Behaviorisme merupakan aliran dalam pikologi yang timbul sebagai perkembangan dari psikologi pada umumnya,karna melibatkan proses prilaku atau sering disebut juga Perspektif Perilaku. Ahli psikologi dapat mempelajari individu dengan melihat prilaku dari pada melihat otak dan sistem saraf,salah satu ahli psikologi yang terkenal di Amerika John B. Watson menyatakan bahwa pandangan prilaku harus menjadi satu-satunya masalah utama dalam psikologi dan juga mempertahankan bahwa hanya dengan mempelajari apa yang dilakukan oleh seseorang, yaitu prilaku maka ilmu psikologi dapat dikembangkan karna tujuan secara teoritis adalah mamprediksi dan mengkontrol perilaku. Salah satu Experimen yang dilakukan Watson  untuk membuktikan teorinya dengan mengadakan experimen kepada seorang anak laki-laki yang bernama Albert, yaitu anak berumur 11 bulan yang diberi seekor tikus pada saat akan bermain tapi seketika Albert dibunyikan gong dengan keras oleh Watson, dan prilaku tersebut dilakukan secara terus menerus hingga akhirnya Albert merasa takut pada tikus tersebut. Akhirnya Watson berpendapat bahw reaksi emocional dapat terbentuk dengan kondisioning.
Aliran Behaviorisme sebagai reaksi aliran instropeksionisme yang salah satu menganalisa jiwa manusia berdasarkan laporan-laporan subjektif, Behaviorisme hanya menganalisa perilaku yang nampak saja yang dapat diukur dilukiskan dan diramalkan Teori dari aliran ini dikenal dengan teori belajar, karena menurut mereka seluruh perilaku manusia adalah hasil belajar. Aliran ini juga mempersoalkan bagaimana perilaku manusia dikendalikan oleh faktor-faktor lingkungan,sehingga menimbulkan cabang Psilkologi stimulus-respon (Psikologi S-R)  yang mempelajari stimuli yang relevan di lingkungan, respon yang ditimbulkan oleh stimuli tersebut dan ada hadiah atau hukuman yang terjadi setelah respon tersebut.
Dari penjelasan diatas dapat digambarkan skema proses terjadinya Psikologi stimulus-respon yaitu:

Stimulus/rangsangan   Organisme  Respon

Ciri utama Aliran Behaviorisme
1.    Aliran ini mempelajari perbuatan manusia bukan dari kesadarannya, melainkan hanya mengamati perbuatan dan tingkah laku yang berdasarkan kenyataan. hanya perubahan dan gerak gerik pada badan sajalah yang dipelajari. Maka sering dikatakan bahwa Behaviorisme adalah ilmu jiwa tanpa jiwa.
2.    Segala macam perbuatan dikembalikan pada refleks. Behaviorisme mencari unsur-unsur yang paling sederhana yakni perbuatan-perbuatan bukan kesadaran, yana dinamakan refleks. Refleks adalah reaksi yang tidak disadari terhadap suatu perangsang.
3.    Behaviorisme berpendapat bahwa pada waktu dilahirkan semua orang adalah sama. Manusia hanya mahluk yang berkembang karena kebiasaan-kebiasaan, dan pendidikan dapat mempengaruhi refleks sekehendak hatinya.

B.    Psikologi Kognitif

Psikologi kognitif merupakan reaksi terhadap behaviorisme dan sebagiannya lagi kembali kognitif dari psikologi,dimana memandang bahwa ilmu prilaku dan proses mental. Aliran ini lahir pada awal tahun 70-an ketika psikologi sosial berkembang ke arah paradigma baru manusia tidak lagi dipandang sebagai makhluk pasif yang digerakkan oleh lingkungannya tetapi makhluk yang paham dan berpikir tentang lingkungannya (homo sapiens). Aliran ini memunculkan teori rasionalitas dan mengembalikan unsur jiwa ke dalam kesatuan dalam diri manusia .asumsi yang digunakan adalah manusia bersifat aktif yang menafsirkan stimuli secara tidak otomatis bahkan mendistorsi lingkungan.

Kognitif terdiri dari enam tingkatan, yaitu;
1. Pengetahuan (mengingat, menghafal)
2. Pemahaman (menginterpretasikan)
3. Aplikasi (menggunakan konsep untuk memecahkan sesuatu)
4. Analisis (menjabarkan suatu konsep)
5. Sintesis (menggabungkan bagian-bagian konsep menjadi suatu konsep yang utuh)
6. Evaluasi (membandingkan nilai, ide, metode, dan sebagainya).


Perilaku manusia tidak dapat dipahami secara keseluruhan tanpa mengetahui bagaimana ia memperoleh, menyimpan dan memproses informasi, Jadi manusialah yang menentukan stimuli. Dalam perspektif Behaviorisme berkembang sebagai reaksi terhadap simulus dan respon yang telah memadai untuk meneliti bentuk prilaku yang sederhana,tetapi dalam prespektif kognitif mengabaikannya bidang penting manusia yang hanya membahas tentang proses manusia yang bernalar, membuat rencana,mengambil keputusan, dan juga dalam berkomunikasi. Salah satu contoh penggunaan prespektif kognitif adalah ketika seseorang yang berkendaraan mobil melewati jalan yang berlubang saat itu orang tersebut akan menggunakan pikiranny auntuk melewati jalan yang belubang tersebut. Dari proses tersebut sebenarnya sudah terjadi proses prespektif kognitif. 


C. Psikologi Psikoanalitik
         Aliran psikoanalis secara tegas memperhatikan struktur jiwa manusia, pendiri aliran ini adalah Sigmund Freud. Fokus aliran ini adalah totalitas kepribadian manusia bukan pada bagian-bagiannya yang terpisah. Psikoanalisis merupakan campuran versi kognitif dan fisiologi abad 19. Khususnya Freud mengkombinasikan kognisi kesadaran, persepsi, dan memori,dengan gagasan tentang instink yang didasarkan secara biologis untuk menghasilkan teori baru tentang prilaku manusia. Asumsi dasar teori Freud adalah bahwa sebagian besar prilaku manusia berasal dari proses bawah sadar (unconscious). Dengan proses bawah sadar Freud memaksudkan keyakinan, rasa takut, dan keinginan yang tidak disadari dalam diri seseorang tetapi tetap mempengaruhi prilakunya. Tujuan dari psikoanalisis dari Freud adalah membawa ketingkat kesadaran mengenai ingatan atau pikiran –pikiran yang direpres atau ditekan, yang diasumikan sebagai sumber prilaku yang tidak normal dari pasiennya.
            Dalam kehidupan sehari-hari baik orang yang normal maupun oran yang neurotik keadaan tidak sadar (unconcious ideas) bergelut untuk mengekspresikan dan dapat memodifikasi pemikiran ataupun prilaku.   Menurut aliran ini, perilaku manusia dianggap sebagai hasil interaksi sub sistim dalam kepribadian manusia yaitu:
a.    Id, yaitu bagian kepribadian yang menyimpan dorongan-dorongan biologis manusia merupakan pusat insting yang bergerak berdasarkan prinsip kesenangan dan cenderung memenuhi kebutuhannya .Bersifat egoistis, tidak bermoral dan tidak mau tahu dengan kenyataan, id adalah tabiat hewani .contohnya: ketika seseorang yang mengiginkan sesuatu pasti akan berusaha mendapatkannya apapun cara yang akan digunakan.
b.    Ego, adalah mediator antara  hasrat-hasrat hewani dengan tuntutan rasional dan realistik. Egolah yang menyebabkan manusia mampu menundukkan hasrat hewaninya dan hidup sebagai wujud rasional. Ia bergerak berdasarkan prinsip realitas dan menyesuaikan diri dengan realita.Ego ini adalah bagian dari Id, namun sudah mendekat dengan dunia luar untuk mencari dan menemukan objek yang dapat memenuhi kebutuhan.contohnya saat kita lapar maka aka bertindak dan berfikir bagaimana rasa lapar itu hilang adalah ego sedang yang menimbulkan rasa lapar itu sendiri adalah Id.
c.               Super ego, yaitu unsur yang menjadi polisi kepribadian, mewakili                        
                             sesuatu yang normatif atau ideal super ego disebut juga sebagai                      
                             hati nurani,merupakan internalisasi dari norma-norma sosial dan 
                             kultur masyarakat. Super ego memaksa ego untuk menekan                   
                             hasrat-hasrat yang tidak berlainan dibawah alam sadar.
Contohnya prilaku seorang anak yang semula dikontrol oleh orangtuanya,tetapi apabila superego telah terbentuk, maka control dari dirinya sendiri


Prespektif psikoanalitik memberikan cara baru untuk memandang beberapa contoh masalah dan semua tindakan kita memiliki suatu peyebab tetapi peenyebab itu lebih sering merupakan motif bawah sadar ketimbang rasional yang menggerakan perilaku kita. Salah satu contoh ketika kita melewati tempat yang begitu seram atau ngeri secara tidak langsung alam bawah sadar kita timbul, sehingga dapat menyebabkan rasa takut muncul yang ditandai dengan bulu kudung kita jadi merinding.


D. Psikologi Humanistik

Pada akhir tahun 1940-an munculah suatu prsepektif psikologi baru, lahir sebagai revolusi ketiga atau dikatakan sebagai mazhab ketiga psikologi. Psikologi humanistik melengkapi aspek-aspek dasar dari aliran psikoanalisis dan behaviorisme dengan memasukan aspek positif yang menentukan seperti cinta , kreativitas , nilai makna dan pertumbuhan pribadi.  Abraham Maslow (1908-1970) dipandang sebagai bapak dari psikologi humanistik. Aliran ini merupakan aliran psikologi yang merasa tidak puas dengan psikologi behavioristik dan psikoanalisis, dan mencari alternatif psikologi yang fokusnya hanya pada manusia dan ciri-ciri eksitensi. Menurut Maslow psikologi harus lebih manusiawi, yaitu lebih memusatkan perhatiannya kepada mempelajari masalah-masalah kemanusiaan. Psikologi harus mempelajari kedalaman sifat manusia,selain mempelajari prilaku yang nampak sebaiknya mempelajari perilaku tidak nampak, juga mempelajari ketidaksadaran sekaligus mempelajari kesadaran.
Dengan demikian pendekatan yang dilakukan bersifat multi displiner lebih luas lagi menyeluruh terhadap masalah-masalah umat manusia. Salah satu teori aliran ini adalah Teori Maslow tentang "Hirarkhi Kebutuhan Manusia. Teori ini menyatakan bahwa manusia akan dapat mengaktualisasikan diri dan percaya diri, manakala kebutuhan akan makanan, kesehatan, rasa aman dan diterima dalam suatu kelompok.


Gambar. Hirarkhi kebutuhan Abraham Maslow

Kebutuhan untuk aktualisasi diri



Kebutuhan untuk dihargai




Kebutuhan untuk dicintai dan disayangi




Kebutuhan akan rasa aman dan tentram



Kebutuhan fisiologis dasar

Keterangan :   
    Kebutuhan aktualisasi diri: kesempatan dan kebebasan untuk merealisasikan cita-cita atau harapan individu.
    Kebutuhan untuk dihargai: pemberian penghargaan atau reward, mengakui hasil karya individu.
    Kebutuhan untuk dicintai dan disayangi:  kesempatan yang diberikan untuk menjalin hubungan yang akrab dengan orang lain.
    Kebutuhan akan rasa aman: lingkungan kerja yang bebas dari segala bentuk ancaman.
    Kebutuhan fisiologis dasar:  gaji, makanan, pakaian, perumahan.


Psikologi Humanistik lebih berkaitan dengan literatur dan kemanusiaan ketimbang dengan ilmu pengetahuan,pandangan humanistik membuat hal-hal yang berguna seperti peringatan bahwa psikologi lebih menfokuskan perhatiannya kepada pemecahan masalah yang relevan dengan kesejahteraan manusia. Lebih penting lagi aliran ini mempunyai pandangan bahwa tiap-tiap individu di pengaruhi dan dibimbing oleh maksud-maksud pribadi yang mereka hubungkan dengan pengalaman-pengalaman mereka sendiri.Tidak seperti prespektif yang lain Psikologi humanistik atau sering disebut perspektif fenomenologi memfokuskan sepenuhnya kepada pengalaman subjektif, perspektif ini berhubungan dengan pandangan pribadi seseorang individu tergadap suatu peristiwa fenomenologi individual.
Contoh: Dalam memenuhi kebutuhanya manusia harus memecahhkan masalah untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut,tapi setelah kebutuhan itu terpenuhi maka muncul kebutuhan lain.
E. Psikologi Biologis
Pada dasar semua peristiwa psikologis erat dengan aktivitas otak manusia dan sistem saraf ,Perspektif biologis ini mempelajari manusia dan spesies lainnya berupa mengaitkan prilaku yang terlihat terhadap peristiwa yang terjadi dalam tubuh manusia,terutama dalam otak dan sistem saraf. Aliran ini mencoba menentukan prosese neurobiologi yang mendasari prilaku dan proses mental.Prespektif biologis juga menghasilkan perkembangan dalam penilitian belajar dan memori,aliran ini juga mencapai keberhasilan yang serupa dalam mempelajari emosi dan motivasi,terutama pada spesies lain.Penilitian terhadap pasien dengan otak terbelah menunjukan bahwa pengalaman sadar diperantai oleh yang menghubungkan kedua hemisfer otak,ini menunjukan bahwa kemampuan tertentu terletak diotak.
 Hemister otak teletak disebelah kanan dan kiri, dimana bagian kanan itu berfugsi untuk mendeteksi atau mendiskriminasi yang berdasarkan pada sentuhan, dapat memahami suatu bahasa yang diolah. Pada hemister sebelah kiri berfugsi untuk memiliki kekuasaan untuk berbicara sesuai kemampuan yang telah masuk kedalam otak melalui stimulus yang telah unggul. Kemudian digerakan melalui organ tubuh yang berfungsi bisa dijelaskan dalam hubungan pada struktur tubuh dan proses biokimia yang mendasari perilaku.
Contoh dari prespektif ini yaitu individu yang  rabaan memilih objek yang telah dilihatnya, juga ketika kita bernalar dan menggeluarkan sebuah respon terhadap kejadian melalui prantara yaitu alat komunikasi mulut.



YUYUN YULIA (10.04.182)

SEKOLAH TINGGI KESEJAHTERAAN SOSIAL
BANDUNG


CarE (ilustrasi)

                                    CarE
                                                                          "PEDULI"
Hidup ini adalah sebuah perjuangan dan pilihan,dimana kita mampu berjuang menghadapi setiap halangan dan rintangan yang menghalangi. Hidup memeng tak selamanya indah,menyenangkan,dan bahkan tak sama dengan apa yang kita inginkan,idamkan,dan kita harapkan, selalu ada saja halangan dan hambatan yang kita peroleh. Itulah sebuah kehidupan yangterus berputar bagaikan roda kadangkala kita berada diatas dan kadang kita berada dibawah, begitu pula dengan nasib seorang manusia ada yang berkehidupan yang berkecukupan lebih dan ada yang berkehidupan yang serba kekurangan, itulah gunanya sikap saling tolong menolong dan sikap saling menghargai diantara kita agar saling menutupi kekurangan masing-masing sehingga tercipta kesejahteraan dan kedamaian umat manusia.
Salah satu contoh realita yang terjadi zaman sekarang adalah meningkatnya angka kemiskinan yang ada disekitar kita, dengan berbagai profesi untuk dapat bertahan hidup seperti: ngamen, ngemis (minta-minta), memulung, dan tidak jarang ada yang melakukan tindakan kriminal dengan cara merampok atau mencuri. Seperti yang dialami oleh pasangan suami istri bapak Ichwanudin yang berusia 58 tahun dan ibu Ruhaenah yang berusia 50 tahun, mereka berasal dari Majalengka dan datang ke Bandung  berprofesi sebagai pengemis yang berada disekitar Simpang Dago Bandung. Itulah salah satu saudara kita yang kurang beruntung, manis dan pahitnya kehidupan telah mereka sebagai pengemis telah dijalani selama 4 tahun ini, mereka adalah saudara kita yang brharap uluran tangan dan belas kasih dari orang lain yang kehidupannya tak seperti mereka.                                                     
 Setiap hari profesi mereka diawali pada pukul 07.30 pagi dan 21.00 malam, setiap hari mereka mengitari pengendara mobil atau motor yang berhenti diperempetan jalan untuk mengulurkan tangannya meminta belas kasih.
Ketika ditanya mengapa mereka mau melakukan profesi sebagai pengemis, mereka menjawab demi kelangsungan hidup mereka apalagi mereka mempunyai anak yang berjumlah 6 orang dan mereka semua masih kecil-kecil pasti banyak membutuhkan uang untuk bersekolah. Terkadang mereka berjuang untuk mendapatkan sekian rupiah dan sesuap nasi agar mereka dapat bertahan hidup di Bandung. Bapak ichwanudin sebagai kepala keluarga sudah tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan hidup karena sejak kecil bapak sudah tidak dapat melihat dengan jelas sehingga dia terpaksa melakukan profesi itu dibantu dengan istrinya suhaenah sebagai penunjuk jalannya. Sudah 4 tahun lamanya pasangan suami istri tersebut dikota Bandung, untuk berlindung mereka mengontra rumah yang berada di wilayah Taman Sari Bandung dengan harga sewa berkisar 160 ribu rupiah perbulan untuk satu tempat yang ukuran tidak terlalu besar, namun mereka masih dapat bertahan walaupun rumah yang mereka tempati itu sangat tidak sesuai sengan harapan mereka. Penghasilan mereka sehari-hari berkisar 40 ribu perhari tapi itu tak menentu kadang mereka harus lebih irit lagi untuk dapat membiayai rumah kontrak mereka dan uang yang akan mereka berikan kepada anak mereka yang ada dikampung.
Ibu ruhaenah dan bapak ichwanudin yang hanya lulusan SD ketika kami bertanya soal pendidikan yang pernah dirasakan oleh mereka, saat itu ketika kami lontarkan sebuah pertanyaan tentang nilai-nilai yang terdapat dalam pancasila sudah terwujud sesuai dengan kenyataan,mereka menjawab sesuai dengan pengetahuan yang terbatas yang mereka miliki. Menurut mereka nilai-nilai dan norma-norma pancasila belum terwujud,apalagi jika dikaitkan dengan tingkat kemiskinan yang makin hari terus bertambah disinilah peran pemerintah yang seharusnya menjadi komando dalam menjalankan peran dari Pancasila, mereka sangat menyesalkan akan kinerja pemerintah sekarang. Harapan mereka ingin dapat hidup secara layak dan berkecukupan apalagi dizaman sekarang yang banyak membutukan uang, sebenarnya dulu mereka bekerja sebagai petani  ditempat mereka berasal yaitu daerah Majalengka namun karna harga pupuk yang dari waktu kewaktu terus melambung tinggi, dan tidak sesuainya harga jual dipasaran ketika musim panen tiba sehingga biasanya mereka mengalami kerugian yang begitu banyak, apalagi jika dikaitkan dengan pengeluaran mereka ketika mengurus lahan pertanian tesebut sebelum panen. Apa boleh buat karena pengelolahan pertanian didesa kurang teratur akhirnya kedua suami istri ini memilih jalan untuk merantau ke Bandung dan berprofesi sebagai pengemis jalanan, seharusnya  disaat usia mereka yang mulai senja dapat menikmati dan merasakan kesenangan bukan berkeliaran dijalanan demi dapat bertahan hidup. Sebenarnya semuannya dapat teratasi jika pemerintah mampu mengelolah semua masalah yang dihadapi oleh masyarakat yang ekonominya rendah, karena disini dibutuhkan kepedulian (care) sesama untuk saling membantu sebagai umat yang bearagama apalagi sila dari pancasila telah mencantumkan tentang nilai kebersamaan.
Salah satu proofesi yang berbeda dialami oleh saudara kita yang bernama Joe berusia 20 tahun dan sejak lahir dia sudah cacat tanpa kaki sehingga saat berjalan dia menggunakan tangannya, dia juga sempat bersekolah di SLB dan asli dari Jakarta dan sudah 3 bulan terakhir berada di Bandung. Dia berprofesi sebagai pengamen jalanan tujuan utama dia merantau ke Bandung yaitu ingin mewujudkan cita-citanya sebagai penyanyi, karena sejak kecil dia ingin menjadi seorang penyanyi untuk itu dia datang ke Bandung untuk les dirumah singgah Hary Rusli, bukan hanya dia yang berfikiran untuk dapat merubah hidupnya jika dia sukses menjadi seorang penyanyi tetapi sebagian besar pengamen mempunyai harapan dan cita-cita yang sama. Demi mencukupi kebutuhan dihidupnya, sehari-hari dia berprofesi sebagai pengamen jalanan untuk dapat bertahan hidup. Penghasilan yang biasa dia peroleh berkisar 30-50 ribu perhari, namun dia harus menyisihkan uangnya untuk membayar kost dengan harga 325 ribu perbulan untuk itu dia harus ngamen sampai larut malam sekitar jam 10 malam agar penghasilannya lumayan bnyak untuk dapat memenuhi kebutuhannya.
Saat ditanya soal terciptanya pancasila sesuai dengan nilai-nilai yang tekandung dalam setiap sila, dia menjawab belum terciptanya pancasila sebagai landasan negara yang mengharapkan semua rakyat yang makmur dan sejahtera. Menurutnya sebenarnya bangsa indonesia belum merdeka karena hanya sebagian orang yang merasakan kemerdekaan tersebut, padahal indonesia termaksud negara yang kaya akan sumber alam yang begitu melimpah namun tidak dapat menjadi negara maju baik dari pemerintahan maupu rakyatnya. Masyarakat perkotaan juga sudah mulai tebawa-bawa pada sikap tak peduli sesama dan makin menyudutkan saudara-saudara kita yang kurang mampu, jika suatu saat pemerintah ingin membuat aturan untuk menertipkan pengamen maka dia mengharapkan agar pemerintah dapat membuka lapangan kerja yang luas agar dia dan teman-teman yang berprofesi sama seperti dia, dapat menyalurkan bakat dan keterampilan sesuai kemampuannya. Untuk itu semua kesejahteraan dapat dirasakan, adanya kepedulian pemerintah yang terjun langsung melihat keadaan rakyatnya, sebenarnya bukan sila-sila pancasila yang salah tetapi masyarakat yang tidak mampu memahami dan menjalankan isi dari setiap sila tersebut.

PPKN (tugas semester 1)


NAMA
YUYUN YULIA (10.04.182)






SEKOLAH TINGGI KESEJAHTERAAN SOSIAL
BANDUNG

Minggu, 09 September 2012

HIV AIDS

    Apa itu HIV ???
HIV merupakan singkatan dari ’Human Immunodeficiency Virus’. HIV merupakan retrovirus yang menjangkiti sel-sel sistem kekebalan tubuh manusia (terutama CD4 positive T-sel dan macrophages– komponen-komponen utama sistem kekebalan sel), dan menghancurkan atau mengganggu fungsinya. Infeksi virus ini mengakibatkan terjadinya penurunan sistem kekebalan yang terus-menerus, yang akan mengakibatkan defisiensi kekebalan tubuh dengan cara menyerang sel darah putih yang bernama limposit T helper (CD4). yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan.Virus HIV bisa menyebabkan AIDS yaitu kondisi dimana seseorang sudah tidak dapat melawan berbagai penyakit walaupun yang sangat ringan sekalipun. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan.
    Bagaimana cara penularan HIV???
HIV dan virus-virus sejenisnya umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu. Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim (vaginal, anal, ataupun oral), transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.

1)    Melalui hubungan seks, Penularan (transmisi) HIV secara seksual terjadi ketika ada kontak antara sekresi cairan vagina atau cairan preseminal seseorang dengan rektum, alat kelamin, atau membran mukosa mulut pasangannya. Hubungan seksual reseptif tanpa pelindung lebih berisiko daripada hubungan seksual insertif tanpa pelindung, dan risiko hubungan seks anal lebih besar daripada risiko hubungan seks biasa dan seks oral. Seks oral tidak berarti tak berisiko karena HIV dapat masuk melalui seks oral reseptif maupun insertif. Kekerasan seksual secara umum meningkatkan risiko penularan HIV karena pelindung umumnya tidak digunakan dan sering terjadi trauma fisik terhadap rongga vagina yang memudahkan transmisi HIV.

    

2)    Melalui ibu kepada anaknya, Wanita hamil dapat juga menularkan virus ke bayi mereka selama masa kehamilan atau persalinan dan menyusui.
  

3)    Melalui transfuse darah

4)    Melalui jarum suntik yang terinfeksi HIV, Dengan mengunakan bersama jarum untuk menyuntik obat bius dengan seseorang yang telah terinfeksi.
    

    Bagaimana cara kerja virus HIV???
Virus HIV menyerang sel T helper (CD4) dan merubahnya menjadi tempat berkembangbiak virus HIV baru, kemudian merusaknya sehingga tidak dapat digunakan lagi. Sel darah putih (sel kekebalan tubuh) sangat diperlukan untuk system kekebalan tubuh manusia, karena tanpa kekebalan tubuh (pelindung dari penyakit), manusia akan sangat mudah diserang penyakit, walaupun penyakit yang sangat ringan sekalipun, dampaknya adalah manusia tersebut dapat meninggal dunia walaupun terkena pilek biasa. T helper (CD4) adalah sebuah marker atau penanda yang berada dipermukaan sel darah putih manusia, terutama sel limfosit. CD4 pada orang dengan system kekebalan tubuh yang menurun menjadi sangat berbahaya, karena berkurangnya nilai CD4 dalam tubuh manusia menunjukkan berkurangnya sel darah putih atau limfosit yang seharusnya berperan dalam memerangi infeksi yang masuk tubuh. Pada orang dengan system kekebalan tubuh yang baik, nilai CD4 nya berkisar antara 1400-1500.
Sedangkan pada orang dengan system kekebalan yang terganggu (missal pada orang yang terinfeksi HIV) nilai CD4 semakin lama akan semakin menurun, bahkan bisa sampai nol. CD4 yang mempunyai marker dipermukaannya berfungsi untuk melawan berbagai macam penyakit atau infeksi yang beredar dan masuk kedalam tubuh manusia, baik melalui udara, makanan ataupun minuman, dan apabila CD4 berfungsi dengan baik untuk melawan penyakit atau infeksi tersebut, maka tidak menjadi sakit. Jika CD4 berkurang, maka penyakit akan mudah masuk ke tubuh dan menimbulkan penyakit.. Sekali ia berada di dalam, materi viral (jumlah virus dalam tubuh penderita) turunan yang disebut RNA(ribonucleic acid) berubah menjadi viral DNA (deoxyribonucleic acid) dengan suatu enzim yang disebut reverse transcriptase. Viral DNA tersebut menjadi bagian dari DNA manusia, yang mana, daripada menghasilkan lebih banyak sel jenisnya, benda tersebut mulai menghasilkan virus–virus HI. Enzim lainnya, protease, mengatur viral kimia untuk membentuk virus–virus yang baru. Virus–virus
baru tersebut keluar dari sel tubuh dan bergerak bebas dalam aliran darah, dan berhasil menulari lebih banyak sel. Ini adalah sebuah proses yang sedikit demi sedikit dimana akhirnya merusak sistem kekebalan tubuh dan meninggalkan tubuh menjadi mudah diserang oleh infeksi dan penyakit–penyakit yang lain. Dibutuhkan waktu untuk menularkan virus tersebut dari orang ke orang.

    Bagaiman perkembangannya virus HIV???

Perkembangan dari HIV dapat dibagi dalam 4 fase:
1.    Infeksi utama (Seroconversion), ketika kebanyakan pengidap HIV tidak menyadari dengan segera bahwa mereka telah terinfeksi.
2.    Fase asymptomatic, dimana tidak ada gejala yang nampak, tetapi virus tersebut tetap aktif.
3.    Fase symptomatic, dimana seseorang mulai merasa kurang sehat dan mengalami infeksi–     infeksi oportunistik yang bukan HIV tertentu melainkan disebabkan oleh bakteri dan virus–virus yang beradadi sekitar kita dalam segala keseharian kita.
4.    AIDS, yang berarti kumpulan penyakit yang disebabkan oleh virus HIV, adalah fase akhir dan biasanya bercirikan suatu jumlah CD4 kurang dari 200.


    Apa tanda-tanda orang terinfeksi HIV???
Cara terbaik untuk mengetahui apakah seseorang mengidap HIV atau tidak adalah dengan melakukan pemeriksaan kesehatan melalui tes darah. Ketika pengujian tidak memungkinkan, ada tanda-tanda tertentu yang bisa menunjukkan apakah seseorang mengidap HIV AIDS atau tidak, yaitu ;


a)    Tanda – tanda umum
a.    Berat badan menurun lebih dari 10% dalam satu bulan


b.    Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan
    
c.    Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan
    
d.    Penurunan kesadaran dan gangguan neurologis
e.    Gatal-gatal diseluruh tubuh
    
f.    Pembekuan kelenjar (dileher, ketiak, atau selangkangan) dengan atau tanpa infeksi aktif
b)    Tanda-tanda khusus
a.    Batuk menetap lebih dari 1 bulan
    
b.    Adanya herpes zostermultisegmental dan herpes zoster berulang. Yang mengakibatkan dermatitis (peradangan kulit yang ditandai oleh rasa gatal)

c.    Kandidiasis orofaringeal (tanda peringatan bagi ODHA yang mengalami penurunan berat pada kekebalannya yang sering terjadi apabila jumlah CD4 nya kurang dari 200
d.    Herpes simpleks kronis progresif (merupakan penyakit mulut, kulit, dan kelamin)
e.    Limfadenopati generalisata (penyakit pada nodus limpa) (nodus limpa memerlukan filter untuk partikel asing dan berisi sel darah putih yang mengumpulkan dan menghancurkan bakteri virus)
f.    Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita
g.    Retinis sitomegalovirus (peradangan yang terjadi pada retina mata yang dapat menyebabkan kebutaan)


    Bagaiman cara penanganan/pengobatan dan pencegahan HIV???
BAGAIMANA CARA PENCEGAHAN HIV ?
1)    Bagi yang belum menikah dianjurkan untuk tidak melakukan hubungan seksual (Abstinensia)

2)    Saling setia pada satu pasangan yang tidak terinveksi HIV (be faithfull)
  
3)    Gunakan kondom setiap kali berhubungan seks yang beresiko

4)    Hindari penggunaan jarum suntik secara bergantian dan tidak steril

Penularan HIV secara seksual dapat dicegah dengan:
•    berpantang seks
•    hubungan monogami antara pasangan yang tidak terinfeksi
•    seks non-penetratif
•    penggunaan kondom pria atau kondom wanita secara konsisten dan benar
Cara tambahan yang lain untuk menghindari infeksi:
•    Bila anda seorang pengguna narkoba suntikan, selalu gunakan jarum suntik atau semprit baru yang sekali pakai atau jarum yang secara tepat disterilkan sebelum digunakan kembali.
Pastikan bahwa darah dan produk darah telah melalui tes HIV dan standar standar keamanan darah dilaksanakan
BAGAIMANA CARA PENGOBATAN HIV
Pengobatan HIV  pada dasarnya meliputi aspek Medis Klinis ,Psikologis dan
        Aspek Sosial.
        Aspek Medis meliputi :
       
           1.   Pengobatan Suportif. Penilaian gizi penderita sangat perlu dilakukan dari awalsehingga tidak terjadi hal hal yang berlebihan dalam pemberian nutrisi atau terjadi kekurangan nutrisi yang dapat menyebab kan perburukan keadaan penderita dengan cepat. Penyajian makanan hendaknya bervariatif sehingga penderita dapat tetap berselera makan, Bila nafsu makan penderita sangat menurun dapat dipertimbangkan pemakaian obat Anabolik Steroid

           2.   Pencegahan dan pengobatan infeksi Oportunistik.
  Meliputi penyakit infeksi Oportunistik yang sering terdapat pada penderita infeksi HIVdan AIDS.

        1.   Tuberkulosis
              Sejak epidemi AIDS maka kasus TBC meningkat kembali.
              Dosis INH 300 mg setiap hari dengan vit B6 50 mg paling tidak untuk masa
              satu tahun.

        2.   Toksoplasmosis
              Sangat perlu diperhatikan makanan yang kurang masak terutama daging yang
              kurang matang.
              Obat :  TMP-SMX  1 dosis/hari.

        3.   CMV
              Virus ini dapat menyebabkan Retinitis dan dapat menimbulkan kebutaan,
              Ensefalitis, Pnemonitis pada paru, infeksi saluran cernak yang dapat menyebab
              kan luka pada usus.
              Obat  :  Gansiklovir kapsul 1 gram tiga kali sehari.

        4.   Jamur
              jamur yang paling sering ditemukan pada penderita AIDS adalah jamur Kandida.
              Obat  :  Nistatin  500.000 u per hari
                          Flukonazol 100 mg per hari

           3.   Pengobatan Antiretroviral.

    Apa itu AIDS ???

AIDS adalah singkatan dari ‘Acquired Immunodeficiency Syndrome’ dan menggambarkanberbagai gejala dan infeksi yang terkait dengan menurunnya sistem kekebalan tubuh. Infeksi HIV telah ditahbiskan sebagai penyebab AIDS. Tingkat HIV dalam tubuh dan timbulnya berbagai infeksi tertentu merupakan indikator bahwa infeksi HIV telah berkembang menjadi AIDS, gejala penyakit atau infeksi yang timbul karena rusaknya system kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV yang memperlemah kekebalan tubuh pada manusia. Orang yang terkena virus HIV akan rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena penyakit. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan. Sampai detik ini belum ada vaksin yang sanggup mencegah atau mengobati AIDS namun bukanlah sesuatu yang mustahil untuk melakukan pencegahan terhadap virus penyebab AIDS, (HIV) terhadap diri sendiri dan orang lain. Oleh karena itu, pemahaman terhadap proses penularan merupakan kunci dari pencegahannya. Ada beberapa tindakan untuk dapat mencegah penularan AIDS jika tidak ingin terinfeksi AIDS.

•    Pahami virus HIV sebagai penyebab AIDS dan ajarkan kepada orang lain. Memahami virus HIV dan bagaimana virus ini ditularkan sehingga menjadi AIDS, merupakan dasar untuk melakukan tindakan pencegahan terhadap terjangkitnya AIDS
•    Bila menggunakan jarum suntik, gunakanlah yang baru dan steril. Penyebaran virus paling cepat adalah melalui penggunaan jarum suntik yang tidak steril secara bergantian dengan orang lain yang memiliki status HIV+, penularan melalui jarum suntik sering terjadi pada IDU (injection drug user).
•    Lakukan tes HIV secara berkala jika anda tergolong orang dengan resiko tinggi, minimal 1 tahun sekali.

    Kapan seorang terkena AIDS ???
Istilah AIDS dipergunakan untuk tahap- tahap infeksi HIV yang paling lanjut. Sebagian besar orang yang terkena HIV, bila tidak mendapat pengobatan, akan menunjukkan tanda-tanda AIDS dalam waktu 8-10 tahun. AIDS diidentifikasi berdasarkan beberapa infeksi tertentu, yang dikelompokkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) sebagai berikut:
•    Tahap I penyakit HIV tidak menunjukkan gejala apapun dan tidak dikategorikan sebagai AIDS.
•    Tahap II (meliputi manifestasi mucocutaneous minor dan infeksi-infeksi saluran pernafasan bagian atas yang tak sembuh- sembuh)
•    Tahap III (meliputi diare kronis yang tidak jelas penyebabnya yang berlangsung lebih dari satu bulan, infeksi bakteri yang parah, dan TBC paru-paru), atau
•    Tahap IV (meliputi Toksoplasmosis pada otak, Kandidiasis pada saluran tenggorokan (oesophagus), saluran pernafasan (trachea), batang saluran paru-paru (bronchi) atau paru-paru dan Sarkoma Kaposi). Penyakit HIV digunakan sebagai indikator AIDS.
Seberapa cepat HIV bisa berkembang menjadi AIDS, lamanya dapat bervariasi dari satu individu dengan individu yang lain. Dengan gaya hidup sehat, jarak waktu antara infeksi HIV dan menjadi sakit karena AIDS dapat berkisar antara 10-15 tahun, kadang-kadang bahkan lebih lama. Terapi antiretroviral dapat memperlambat perkembangan AIDS dengan menurunkan jumlah virus (viral load) dalam tubuh yang terinfeksi.
    Bagaimana HIV menjadi AIDS ???
Ada  beberapa tahapan ketika orang mulai terinfeksi virus HIV sampai dengan timbul gejala AIDS, yaitu :
•    Tahap I : Periode Jendela, yaitu :
a.    HIV masuk kedalam tubuh, sampai terbentuknya antibody terhadap virus HIV dalam darah
b.    Tidak ada tanda-tanda khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat
c.    Tes HIV belum bisa mendeteksi keberadaan virus HIV
d.    Periode jendela berkisar antara 2 minggu sampai 6 bulan
•    Tahap II : HIV Positif (tanpa gejala)
a.    Tanpa gejala antara 5 sampai 10 tahun
b.    HIV  berkembang biak dalam tubuh
c.    Tidak ada tanda-tanda khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat
d.    Tes HIV sudah dapat mendeteksi status HIV seseorang, karena telah terbentuk antibody terhadap HIV
e.    Umumnya tetap tampak sehat selama 5-10 tahun, tergantung daya tahan tubuhnya
•    Tahap III : HIV positif (muncul gejala)
a.    System kekebalan tubuh menurun
b.    Mulai muncul gejala infeksi oportunistik, misalnya : pembengkakan kelenja limfa diseluruh tubuh, diare terus menerus, flu, dll
c.    Umumnya berlangsung selama lebih dari 1 bulan, tergantung daya tahan tubuhnya.
•    Tahap IV : AIDS
a.    Kondisi system kekebalan tubuh sangat lemah
b.    Berbagai penyakit lain (infeksi oportunistik) semakin parah
Perjalanan dari HIV ke AIDS
Periode jendela antara
3 - 6 bulan    HIV +
3    - 10 - 15 tahun      AIDS
1 - 2 tahun

Terdapat dua cara pengujian yang tersedia dalam memonitor perkembangan HIV/AIDS:
Pengujian CD4 adalah mengukur jumlah dari CD4 atau sel T–helper didalam darah. Kekuatan dari sistem kekebalan anda adalah merupakan suatu prediksi yang baik tentang bagaimana anda akan memerangi infeksi. Pengujian viral load adalah mengukur jumlah dari HIV didalam darah dalam setiap ml darah. Semakin tinggi viral load maka semakin cepat pula perkembangannya ke AIDS.


Bagaimanakah Cara Penularan AIDS


PENINGKATAN PENULARAN HIV DARI TAHUN KE TAHUN



GRAFIK PRESENTASE JUMLAH KASUS HIV AIDS BERDASARKAN PROVINSI

GRAFIK PRESENTASE JUMLAH KASUS HIV AIDS BERDASARKAN KELOMPOK USIA

Sumber :
Decky Irianti & Nano Sutisna.2010.HIV dan AIDS serta Permasalahannya. Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial Bandung.

Minggu, 02 September 2012

KEHAMILAN YANG TIDAK DIKEHENDAKI


Tugas Kelompok casework
KEHAMILAN YANG TIDAK DIKEHENDAKI

Disusun sebagai salah satu tugas
Mata kuliah : Pekerjaan Sosial dengan Individu dan Keluarga
Dosen Pembimbing :

OLEH: KELOMPOK 2
1.    YUYUN YULIA            (10.04.182)
2.    SULAEMAN MENDROFA    (10.04.059)
3.    AULIA RAMDHANI S.        (10.04.362)
4.    MUHAMMAD ALFAJRI        (10.04.314)
5.    HAERUDDIN            (10.04.176)
Kelas 2F



SEKOLAH TINGGI KESEJAHTERAAN SOSIAL BANDUNG
2012



BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Unwanted Pregnancy (UWP) atau kehamilan tak diinginkan merupakan terminologi yang biasa dipakai di kalangan medis untuk memberi istilah adanya kehamilan yang tidak dikehendaki oleh wanita bersangkutan maupun lingkungannya. Umumnya UWP berkisar pada terjadinya kehamilan di luar nikah, sehingga bukan kebahagiaan yang diperoleh, tetapi sebuah penolakan akan kenyataan yang sedang dialaminya. Apakah hanya pada kondisi demikian latar belakang UWP?
Ternyata tidak. Ada beberapa kejadian yang biasanya mendahului UWP, meskipun kehamilan didapatkan dalam pernikahan. Antara lain jumlah anak sudah cukup banyak, merasa umur terlalu tua untuk hamil, riwayat kehamilan atau persalinan sebelumnya yang penuh penyulit dan komplikasi, alasan ekonomi, merasa telanjur mengonsumsi obat atau menderita kelainan yang dikhawatirkan membuat cacat pada anak, riwayat melahirkan anak cacat (mungkin lebih dari satu kali), pasangan suami-istri di ambang perpecahan, dan kegagalan penggunaan alat KB atau kontrasepsi.
Hal lain yang lebih menyedihkan adalah kehamilan hasil perkosaan atau kehamilan pada ibu cacat mental. Hasil hubungan sesama anggota keluarga sedarah (incest) kadang juga dijumpai. Masih sederet lagi alasan yang dianggap sebagai penyebab UWP bisa kita dapatkan di klinik sehari-hari, malahan kadang latar belakangnya sederhana, seperti malu dilihat tetangga karena anak bungsunya masih kecil kok sudah hamil lagi.
Sepertinya sebuah fenomena yang mengada-ada, tetapi data dari badan terpercaya seperti UNFPA (United Nations Populations Fund) mengungkap, 75 juta atau sepertiga kehamilan dari sekitar 200 juta kehamilan setiap tahun di seluruh dunia adalah kehamilan yang tidak diinginkan.
Jelas angka kejadian tersebut membuat kita terperanjat dan bisa menempatkan seberapa penting masalah tersebut untuk dipahami dan dikaji untuk dicari pendekatan pemecahannya yang terbaik.
Bagaimana sikap wanita yang mengalami UWP? Ada tiga sikap penerimaan, yaitu :
 (1) segera menerima dan meneruskan kehamilan sampai melahirkan dengan wajar saja,
 (2) mulanya menolak, tetapi kemudian menerimanya dengan beban psikologis yang mengganggu kehamilan dan proses persalinan, dan
 (3) tetap menolak dan berupaya untuk tidak meneruskan kehamilan.

Penyelesaian pertama adalah yang terbaik, tidak ada risiko menyalahi etika atau melanggar norma yang ada. Pasangan yang segera bisa menerima kehamilannya, tak akan banyak menghadapi masalah. Agar bisa menerima kehamilan segera, dituntut konsep pemikiran yang dewasa dan bijaksana, sedangkan dari pihak tenaga kesehatan dibutuhkan kemampuan melakukan konseling secara baik.
Bagi yang menerima dengan berat hati harus diperhitungkan dampak psikologis yang timbul, agar dapat dicarikan penyelesaian dan upaya mengantisipasi selama berlangsungnya kehamilan dan proses persalinan.
Selain upaya medis, harus tetap diusahakan pendekatan yang bersifat memperbaiki goncangan psikologis karena sangat berarti dalam penanganan kasus seperti ini. Tentu diharapkan wanita yang hamil tersebut dapat menerima dengan baik, dan menjalani kehamilannya secara wajar.
Pada wanita hamil dengan beban psikologis, gejala-gejala tidak mengenakkan yang sering didapatkan di masa kehamilan akan dirasakan lebih berat. Contohnya, muntah-muntah di kehamilan awal bisa dialami sangat berlebihan sampai menimbulkan komplikasi yang mengganggu kesehatan umum.
Motivasi untuk mengonsumsi nutrisi yang baik pun bisa terganggu. Kadang perhatian yang kurang terhadap kehamilan dan janin dimanifestasikan sebagai keengganan kontrol secara teratur, bahkan malas minum suplemen yang diberikan. Kualitas kesehatan janin bisa jadi tidak akan sebaik yang diharapkan.
Di akhir kehamilan gangguan emosional bisa lebih meningkat karena bertambah dengan kecemasan menjelang persalinan. Gejala depresif dan gangguan tidur dapat dialami. Kontraksi rahim bisa dirasakan berlebihan. Faktor psikologis merupakan faktor dominan yang memengaruhi berlangsungnya persalinan. Perlangsungan dan kemajuan persalinan dapat terganggu dan risiko bedah cesar meningkat.
Pasca persalinan juga bisa terpengaruh. Keengganan merawat dan memberikan air susu kepada bayinya sering ditemui. Produksi air susu juga bisa menurun. Kesemuanya akan berdampak pada kualitas kesehatan bayi.
Bagi yang sama sekali tidak menerima kehamilannya, mereka akan berusaha atau memikirkan alternatif penghentian kehamilan. Menurut laporan WHO, tiap tahun terjadi 50 juta pengguguran kandungan di seluruh dunia, 20 juta di antaranya berkategori unsafe (tidak aman) dan 95 persen dilakukan di negara berkembang. Diperkirakan 200 orang meninggal setiap hari akibat proses dan komplikasi pengguguran kandungan (abortus provokatus) di seluruh dunia.
Apa yang sebaiknya dilakukan untuk menghindari UWP? Pendidikan seks yang bijak di lingkup keluarga, sekolah, dan masyarakat mutlak diperlukan. Penyebaran pengetahuan dan menggiatkan penggunaan kontrasepsi harus ditanamkan kepada pasangan yang belum menghendaki kehamilan.
Upaya konseling yang bermutu dan pembekalan metode serta materi konseling kepada petugas kesehatan dan tokoh masyarakat sangat dibutuhkan agar dapat dipilih sikap yang terbaik bila berhadapan dengan kasus UWP.
Kalangan yang terkait kebijakan di bidang kesehatan harus menaruh perhatian pada besarnya masalah UWP dengan melakukan upaya nyata untuk menghindari kekerasan seksual terhadap wanita, mengetahui secara komprehensif dan mampu melakukan pengendalian status dan masalah reproduksi di masyarakat.


B.    TUJUAN
1.    Untuk mengetahu tentang fenomena kehamilan yang tidk dikehendaki
2.    Faktor penyebab yang terajdi pada remja yang mengalami kehamilan yang tidak dikehendaki
3.    Mendapatkan informasi yang berkenaan tentang model dan teknik dalam mengatasi masalah
4.    Mencari tau solusi tentang pencegahan kehamilan remaja diluar nikah
















BAB II
FOKUS MASALAH

Untuk skala global, rata-rata angka kehamilan tak dikehendaki mencapai 55 per 1000 wanita usia 15-44 tahun pada 2008. Sekitar 47 persen memilih aborsi untuk alternatif penanganan kehamilan tak dikehendaki ini. Tingginya angka kematian ibu dan bayi terkait erat dengan kehamilan tak dikehendaki. Namun dengan pengenalan metode kontrasepsi modern, insidensi kehamilan tak dikehendaki menurun drastis, khususnya pada komunitas miskin secara ekonomi di negara berkembang. Kematian ibu melahirkan merupakan kematian ibu untuk usia kehamilan di atas 28 minggu dan ibu nifas hingga 42 hari pascamelahirkan. Angka kematian ibu melahirkan masih menjadi tantangan signifikan bagi Indonesia untuk menggapai angka kematian ibu melahirkan 102 per 100.000 kelahiran hidup pada 2015 seperti yang digariskan dalam Millennium Development Goals. Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2007 menunjukkan angka kematian ibu melahirkan di Indonesia masih 228 per 100.000 kelahiran hidup
Dalam makalah ini kelompok kami memfokuskan pada kehamilan sebelum pernikahan di kalangan remaja. Di masa sekarang ini sangat marak kasus kehamilan sebelum pernikahan di kalangan remaja. Teknologi yang semakin canggih membuat remaja lebih mudah mengakses informasi dari mana pun. Hal ini memang berdampak positif jika remaja tersebut mampu memanfaatkannya dengan semestinya. Tapi akan berdampak negatif pula jika remaja tersebut tidak mampu mempergunakan dengan semestinya. Salah satu contohnya teknologi komunikasi yang semakin canggih yang memudahkan individu untuk berkomunikasi dengan individu lain. Remaja yang masih labil sangat mudah terjerumus ke hal-hal negatif akibat canggihnya teknologi komunikasi. Misalnya saja jejaring sosial yang belakangan banyak berdampak negatif bagi remaja. Remaja terjerumus pergaulan bebas akibat canggihnya komunikasi dan pergaulan yang semakin luas. Akibatnya banyak remaja yang terjerumus dalam dunia free sex atau seks bebas. banyak orang tua yang tidak bisa memantau anaknya secara eksklusif, sehingga banyak orang tua yang tidak tahu bahwa anaknya telah terjerumus ke hal-hal negatif.
Free sex atau seks bebas telah menjadi tren baru dikalangan remaja masa kini. Banyak remaja yang dikucilkan oleh teman-temannya karena tidak mau bergabung dalam dunia ini. Sifat remaja yang masih mementingkan kesenangan membuat banyak remaja terjerumus hanya karena ajakan atau iming-iming teman-temannya. Sehingga banyak sekali kasus remaja yang hamil sebelum nikah. Jika telah terjadi hal seperti ini, penyesalan pun akan datang dan segala cara akan di lakukan untuk menghilangakan aib dan rasa malu jika sampai diketahui lingkungan.
Faktor yang mempengaruhi remaja terjerumus kehamilan yang tidak diinginkan :
1.    Kurangnya perhatian dari orang tua, hal tersebut menjadi salah satu penyebab yang yang medasar dimana pola prilaku remaja itu pertama kali dibentuk dalam keluarga.
2.    Pergaulan, lingkungan sekitar remaja menjadi acuan penting dalam mengespresikan pola tingkahlaku dimasyarakat. Jika remaja mempunyai pergaulan yang salah yang dapat menyebabkan dia terjerumus kepergaulan yang salah
3.    Kemajuan teknologi, mudahnya remaja untuk mendapatkan dan memperoleh informasi yang berbau seks dan cara pengaplikasiannya pun dipermudah dengan beragam alat kontra sepsi yang semakin meningkat.
4.    Perkembangan zaman, dengan majunya perkembangan zaman banyak tempatnya menyediakan saranan bagi remaja lebih mudah mendapatkan hal-hal yang negatif
Cara mencegah agar remaja bisa terhindar dari kehamilan yang tidak di inginkan:
1.    Orang tua yang lebih memperhatikan dan mengkontrol kondidi anaknya
2.    Pengendalian diri yang dilakukan oleh remaja, pendekatan secara spiritual lebih di tingkatkan
3.    Selektif dalam memilih teman pergaulan
4.    Bisa mengatur gaya hidup yang lebih kearah yang bermanfaat
5.    Lingkungan yang kondusif serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan sang remaja
6.    Mencari dam mendapatkan informasi yang berkaitan pendidikan seks
Interaksi antarpersonal antara individu pria dan wanita selain merupakan dinamika tentang kebutuhan dasar biologis, juga kesadaran membangun relasi positif antarmanusia. Namun dalam keterbatasannya, integritas seorang wanita juga perlu semakin berkembang dalam aspek edukasi masalah reproduksi dengan menyeimbangkan antara ketegasan menolak dengan kekuatan asertif terhadap pasangannya. Mengingat, wanita sering berada dalam jalur kehidupan yang penuh tarikan dan tekanan. Kondisi ini tidak lepas dari sistem sosial budaya dalam suatu komunitas, sehingga di syaratkan kepada seluruh remaja untuk dapat mencari informasi tersebut secara mendetail dalam proses pergaulanya. Hingga saat ini, belum ada pendekatan solusi yang memuaskan dalam penyelesaian kasus kehamilan yang tidak dikehendaki. Memilih jalur aborsi memberikan risiko kematian pada ibu hamil lantaran komplikasi perdarahan, infeksi, hingga kerusakan permanen pada organ reproduksi wanita yang kelak berujung pada infertilitas.  
Meneruskan kehamilan hingga melahirkan bayi, dihadapkan pula maraknya kejahatan kemanusiaan membuang bayi di tempat-tempat umum belakangan ini. Csaky (2001) menyarankan konflik dalam masalah reproduksi sebaiknya dicegah dengan upaya pencegahan kehamilan meskipun harus menggunakan kontrasepsi buatan. Meskipun utilisasi kontrasepsi menjadi sebuah minus malum dimana harus memilih yang terbaik dari berbagai pilihan yang salah, namun telah memberikan dampak positif untuk penyelamatan jiwa wanita usia reproduksi. Pada tahun 1979 sudah 31 persen wanita usia 15-49 tahun di Indonesia menggunakan alat kontrasepsi. Millennium Development Goals menggariskan pada 2015 setidaknya 61 persen wanita usia 15-49 tahun menggunakan kontrasepsi untuk pembenahan masalah kesehatan reproduksi.



















BAB III
MODEL DAN TEKNIK

A.    MODEL
Model yang digunakan dalam kasus ini adalah :
Problem Solving Model (Model Pemecahan Masalah)
Model ini dikembangkan tahun 1957 oleh Perlman di Chicago School.
Ciri dari medel problem solving adalah :
•    Identifikasi masalah oleh klien
•    Aspek-aspek subyektif dari klien dalam situasi bermasalah
•    Pemusatan pada klien dan masalahnya
•    Percarian solusi masalah
•    Pembuatan keputusan dan tindakan
Tujuan dari proses ini adalah :
•    Membebaskan klien untuk menyimpan tugas yang berhubungan dengan solusi masalah
•    Melibatkan ego klien dalam bekerja untuk menghadapi masalah dan
•    Memobilisasi kekuatan dalam dan luar pelayanan untuk kepuasan penampilan peranans

B.    TEKNIK
Dalam penanganan kasus ini digunakan teknik :
1.    Pemberian konsultasi terhadap solusi pemecahan masalah.
2.    Memberikan rasa nyaman dalam perlindungan bagi remaja yang mengalami kehamilan yng tidak dikehendaki
3.    Mencoba pendekatan yang mendalam kepada remaja yang mengalami tidakan tersebut. Sehingga remaja mengalami rasa keterbukaan kepada seorang yang membuatnya merasa tenang dan nyaman, menumbuhkan rasa percaya diri pada remaja tersebut.
4.    Memberikan konsultasi yang lebih bersikap mendalam seperti conseling dalam menangani masalah yang sedang dihadapi oleh remaja. Mencari solusi yang dapat membatu dalam menyelesaikan masalahnya.
5.    Pemberian keputusan atau kesempatan kepada sang remaja untuk menggunggkapkan keinginan yang akan ia hadapi nantinya.















BAB IV
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Banyak faktor yang menyebabkan remaja mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, diantaranya sebagai berikut :
1.    Kurangnya perhatian dari orang tua, hal tersebut menjadi salah satu penyebab yang yang medasar dimana pola prilaku remaja itu pertama kali dibentuk dalam keluarga.
2.    Pergaulan, lingkungan sekitar remaja menjadi acuan penting dalam mengespresikan pola tingkahlaku dimasyarakat. Jika remaja mempunyai pergaulan yang salah yang dapat menyebabkan dia terjerumus kepergaulan yang salah
3.    Kemajuan teknologi, mudahnya remaja untuk mendapatkan dan memperoleh informasi yang berbau seks dan cara pengaplikasiannya pun dipermudah dengan beragam alat kontra sepsi yang semakin meningkat.
4.    Perkembangan zaman, dengan majunya perkembangan zaman banyak tempatnya menyediakan saranan bagi remaja lebih mudah mendapatkan hal-hal yang negatif
Model yang digunakan dalam kasus ini adalah Problem Solving Model (Model Pemecahan Masalah).
Dalam penanganan kasus ini digunakan teknik :
1.    Pemberian konsultasi terhadap solusi pemecahan masalah.
2.    Memberikan rasa nyaman dalam perlindungan bagi remaja yang mengalami kehamilan yng tidak dikehendaki
3.    Mencoba pendekatan yang mendalam kepada remaja yang mengalami tidakan tersebut. Sehingga remaja mengalami rasa keterbukaan kepada seorang yang membuatnya merasa tenang dan nyaman, menumbuhkan rasa percaya diri pada remaja tersebut.
4.    Memberikan konsultasi yang lebih bersikap mendalam seperti conseling dalam menangani masalah yang sedang dihadapi oleh remaja. Mencari solusi yang dapat membatu dalam menyelesaikan masalahnya.
5.    Pemberian keputusan atau kesempatan kepada sang remaja untuk menggunggkapkan keinginan yang akan ia hadapi nantinya.
Pendidikan seks yang bijak di lingkup keluarga, sekolah, dan masyarakat mutlak diperlukan. Penyebaran pengetahuan dan menggiatkan penggunaan kontrasepsi harus ditanamkan kepada pasangan yang belum menghendaki kehamilan. Upaya konseling yang bermutu dan pembekalan metode serta materi konseling kepada petugas kesehatan dan tokoh masyarakat sangat dibutuhkan agar dapat dipilih sikap yang terbaik bila berhadapan dengan kasus UWP.

Kontak klien (tugas)

Judul kasus : Penggunaan narkoba
Nama pekerja sosial : nadine cahyanigrum
Tanggal kontak awal : 19 september 2011
Tanggal laporan pendekatan awal : 22 september 2011
Nama klien : adisaputra
Tempat dan tgl lahir : bandung, 9 januari 1991
Umur : 20 tahun
Alamat : jln. Dago jati 1
Nomor telpon : 089786431254
Pihak yang terlibat dengan klien :
    Keluarga ( ayah, ibu, saudara/i, dan keluarga dekat)
    Teman sebaya dan sepermainan
    Lingkungan masyarakat
    Lingkungan sosial
Alasan melakukan kontak dengan klien :
1.    Klien mempunyai masalah keberfungsian sosial
2.    Klien tidak dapat menyelesaikan masalahnya sendiri dengan baik
3.    Memberikan kesan pertama dengan klien agar terjalan hubungan yang akrab
4.    Mencari informasi masalah yang  dihadapi klien
5.    Mencari waktu dan tempat untuk pertemuan dengan klien
Ringkasan deskripsi : klien lahir pada tanggal 9 Januari 1991. Usianya sekarang 20 tahun. Dia memiliki fisik yang tinggi semampai , kurus , kulit sawo matang, dan mempunyai rambut yang gondrong. Dalam keluarga,ia merupakan anak sulung dari dua bersaudara dan orangtuanya yang sangat sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.  latar belakang klien adalah seorang mahasiswa yang memiliki karakter pendiam dan jarang untuk bersosialisasi dengan teman sekitarnya, hal tersebut membuat klien dikenal tertutup terhadap setiap permasalahan yang ada. Banyak hal yang membuat klien terkadang harus mencari kesenangan diluar lingkungan keluarganya, hal tersebut yang memicu klien untuk melampiaskan dan mencari kebahagiaan dengan menggunakan narkoba. Lingkungan keluarganya yang membuat dia merasa kekurangan kasih sayang dan perhatian, cara pergaulan yang salah menjadi penyebab juga semakin jauhnya dia menikmati pergaulannya di area krisis narkoba yang berawal dari rasa coba-aulcoba yang ada dalam dirinya, teman yang menjadi jalan masuk untuk mencoba barang haram tersebut, kini dia mencoba untuk keluar dan berhenti dari jerat narkoba itu.
Riwayat sosial klien :
Saat klien ditangani oleh pekerja sosial, klien dalam keadaan sadar tapi terkadang ia mengalami keadaan sakau atau kecanduan sebagaimana orang yang masih berada dalam ketergantungan obat-obatan terlarang.
    Klien memiliki keluarga yang utuh (ayah, ibu dan adik). Latar belakang keluarga yang orangtuanya sibuk dengan pekerjaannya masing-masing dan adik yang sibuk dengan kesibukannya sendiri membuat klien merasa kurang diperhatikan dan kurang diberi kasih sayang sehingga ia salah dalam bergaul dan tidak mendapat pengawasan yang baik dari pihak keluarga. Walaupun semua fasilitas tersedia dari orangtua karena status sosial yang tinggi, klien menyalahgunakan fasilitas yang ada sehingga gaya hidupnya berfoya-foya dan mewah. Dari semua itu klien berpikir bahwa ia mampu membeli barang haram itu sehingga menjadi ketergantungan dengan obat-obatan terlarang itu.
Rencana penyembuhan/pelayanan profesional :
-    Klien dibawa ke panti rehabilitasi untuk ditindaklanjuti
-    Pemeriksaan darah terhadap klien
-    Mencoba mengajak klien untuk mengurangi dosis atau kadar penggunaan obat-obatan terlarang
-    Memberikan motivasi atau dukungan
-    Melakukan sharing kepada mantan pengguna narkoba dan para pecandu narkoba yang ada dalam panti rehabilitasi
-    Memberikan pola hidup sehat yang harus diikuti oleh klien
-    Mendekatkan klien terhadap keluarga
Badan/agen lain yang terlibat dalam proses penyembuhan atau pelayanan sosial :
-    Panti rehabilitasi
-    Dokter
-    Psikolog
-    Pekerja sosial
-    Keluarga

PENELITIAN DESKRIPTIF dan EKSPLANATIF

PENELITIAN DESKRIPTIF

Penelitian Deskriptif
adalah Suatu Penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk memberikan Gambaran atau Deskripsi tentang suatu keadaan secara Objektif.

Desain penelitian ini
digunakan untuk Memecahkan atau Menjawab Permasalahan yang sedang dihadapi pada situasi sekarang.

Penelitian Deskriptif
juga berarti Penelitian yang dimaksudkan untuk menjelaskan Fenomena atau Karakteristik Individual, Situasi atau Kelompok tertentu secara Akurat. Dengan kata lain :
Penelitian Deskriptif
dilakukan untuk mendeskripsikan seperangkat peristiwa atau kondisi populasi saat ini.

Penelitian Deskriptif
merupakan cara untuk menemukan Makna Baru, Menjelaskan Sebuah Kondisi Keberadaan, Menentukan Frekuensi Kemunculan Sesuatu, dan Mengkategorikan Informasi.

Penelitian Deskriptif dilakukan dengan memusatkan perhatian kepada aspek2 tertentu dan sering menunjukkan hubungan atara berbagai variabel.


Rancangan Penelitian Deskriptif bertujuan untuk menerangkan atau menggambarkan masalah penelitian yang terjadi berdasarkan karakteristik Orang, Tempat dan Waktu.

Variabel Orang :
Orang sebagai individu mempunyai Variabel yang tak terhingga banyaknya, sehingga untuk mengadakan pengamatan terhadap semua variabel tersebut sangat tidak mungkin. Beberapa Variabel Utama yang dapat digunakan sebagai indikator untuk mengidentifikasi seseorang, diantaranya adalah : Umur, Jenis Kelamin, Suku Bangsa/Etnis, Pendidikan, Status Perkawinan, Status Ekonomi, Status Marital, dsb.

Variabel Tempat :
Faktor Tempat atau Distribusi Geografis memegang peranan yang sangat penting dalam penelitian, karena pada geografis yang berbeda akan berbeda pula pola permasalahan yang dihadapai (=pola penyakitnya).

Variabel Waktu :
Variabel Waktu sangat berpengaruh terhadap hasil penelitian yang dilaksanakan, misalnya suatu “survey” yang dilakukan pada Waktu atau Musim yang berbeda, dapat menghasilkan Pola Penyakit yang berbeda pula.
Perubahan Waktu yang perlu mendapatkan perhatian antara lain : Kecenderungan Sekuler ; Variasi Siklik ; Variasi Musim ; Variasi Random.
Deskripsi tersebut dapat terjadi pada lingkup Individu di suatu daerah tertentu atau lingkup Kelompok pada masyarakat di daerah tertentu. Rancangan Penelitian Deskriptif ini dapat bersifat Kuantitatif maupun Kualitatif.


Beberapa CIRI Dominan Desain Penelitian Deskriptif adalah sebagai berikut :
1) Bersifat mendeskripsikan kejadian atau peristiwa yang bersifat faktual.
Adakalanya:  Penelitian ini dimaksdukan hanya membuat Deskripsi atau Uraian Suatu Fenomena semata – mata, tidak untuk mencari Hubungan antar variabel, Menguji hipotesis, atau Membuat ramalan.
2) Dilakukan secara Survey ; oleh karena itu Penelitian Deskriptif sering disebut sebagai 
     Penelitian Survey.
     Dalam arti Luas : Penelitian Deskriptif dapat
    Mencakup seluruh metode penelitian Kecuali Penelitian yang bersifat HISTORIS dan  
    EKSPERIMENTAL.
3) Bersifat Mencari Informasi Faktual dan dilakukan secara Mendetail.
4) Mengidentifikasi masalah atau untuk mendapatkan justifikasi keadaan dan praktek yang
     sedang berlangsung.
5) Mendeskripsikan subjek yang sedang dikelola oleh kelompok orang tertentu dalam waktu
     yang bersamaan.


LANGKAH PENELITIAN DESKRIPTIF
Secara umum Langkah – Langkah (Teknis) yang harus ditempuh dalam Penelitian Deskriptif tidak berbeda dengan desain penelitian-penelitian yang lain, yang meliputi :
1) Memilih MASALAH yang akan diteliti,
2) Merumuskan dan Mengadakan PEMBATASAN MASALAH ; kemudian berdasarkan
    masalah tersebut melakukan STUDI PENDAHULUAN untuk menghimpun informasi dan
    teori – teori sebagai dasar menyusun Kerangka Konsep Penelitain.
3) Membuat ASUMSI atau ANGGAPAN-ANGGAPAN yang menjadi dasar perumusan
    HIPOTESIS Penelitian.
4) Merumuskan HIPOTESIS Penelitian, Bila Ada
5) Merumuskan dan memilih Teknik PENGUMPULAN Data,
6) Menentukan Kriteria atau Kategori untuk mengadakan KLASIFIKASI Data,
7) Menentukan Teknik dan Alat PENGUMPUL Data yang akan digunakan,
8) Melaksanakan Penelitian atau Pengumpulan Data untuk MENGUJI HIPOTESIS,
9) Melakukan PENGOLAHAN dan ANALISIS Data,
10) Menarik KESIMPULAN atau GENERALISASI,
11) Menyusun dan Mempublikasikan LAPORAN Penelitian.






Jenis-jenis penelitian Deskriptif :

SURVEY
SURVEY adalah Suatu cara penelitian Deskriptif yang dilakukan terhadap sekumpulan objek yang biasanya cukup banyak dalam jangka waktu tertentu.

TUJUAN
Survey adalah Untuk membuat Penilaian terhadap suatu Kondisi dan Penyelenggaraan suatu program di masa sekarang dan hasilnya digunakan untuk menyusun perencanaan perbaikan program tersebut.

SURVEY bukan hanya dilaksanakan untuk membuat deskripsi tentang suatu keadaan saja, tetapi juga untuk menjelaskan Hubungan antara berbagai variabel yang diteliti.
Mutu / Kualitas Desain Survey tergantung dari :
1. Jumlah Sampel,
2. Taraf ke-Representatif-an Sampel,
3. Tingkat Kepercayaan Informasi yang diperoleh dari Sampel tersebut.

CASE STUDY
Case Study (Studi Kasus) merupakan penelitian / penyelidikan yang mendalam ( indepth study ) tentang suatu aspek lingkungan sosial termasuk manusia didalamnya yg dilakukan sedemikian rupa sehingga menghasilkan gambaran yang terorganisasikan dengan baik dan
lengkap.
Case Study dapat dilakukan terhadap seorang Individu ; sekelompok individu (keluarga, kelompok ibu hamil, ibu menyusui, manula, balita dsb) ; segolongan manusia (guru, bidan, perawat, suku Batak dsb) ;lingkungan hidup manusia (Desa, Kota, Pesisir dsb) ; atau lembaga
sosial (perkawinan – perceraiana, pendidikan, agama dsb).

Case Study dilakukan dengan cara meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri dari unit tunggal. Unit tunggal yang dimaksud dapat berarti Satu Orang, Sekelompok
Penduduk yang terkena suatu masalah, atau Sekelompok Masyarakat di suatu daerah.

Unit yang menjadi kasus tersebut secara mendalam dianalisis, baik dari segi yg berhubungan dengan keadaan kasus itu sendiri, faktor2 yang mempengaruhi, kejadian2 khusus yang muncul sehubungan dengan kasus, maupun tindakan dan reaksi kasus terhadap suatu
perlakuan tertentu. Meskipun dalam Case Study ini yang diteliti hanya berbentuk Unit
Tunggal, namun dianalisis secara mendalam meliputi aspek yang cukup luas, serta penggunaan berbagai teknik secara integratif. Namun demikian, hasil penelitian Case Study ini masih perlu dikaji ulang dengan menggunakan jumlah Sample yang lebih banyak agar data yang dianalisa semakin representatif sehingga lebih dapat di-Generalisasikan.

COMPARATIVE STUDY
Penelitian dengan menggunakan Metode Studi Perbandingan (Comparative Study) dilakukan dengan cara membandingkan Persamaan dan Perbedaan sebagai fenomena untuk mencari Faktor – Faktor apa / Situasi bagaimana yang dapat menyebabkan timbulnya suatu peristiwa tertentu.
Study ini dimulai dengan mengadakan pengumpulan fakta tentang faktor – faktor yang menyebabkan timbulnya suatu gejala tertentu, kemudian dibandingkan. Setelah mengetahui persamaan dan perbedaan penyebab, selanjutnya ditetapkan bahwa sesuatu faktor yang menyebabkan munculnya suatu gejala pada objek yang diteliti, itulah yang sebenarnya yang menyebabkan munculnya gejala tersebut atau dengan memperbandingkan Faktor atau Variabel mana yang paling berpengaruh terhadap perubahan yang terjadi pada hasil penelitian yang sedang dilakukan.
Perlu ditekankan di sini, bahwa dalam desain penelitian ini TIDAK ADA PERLAKUAN atau INTERVENSI sama sekali dari peneliti.

PENELITIAN KORELASIONAL
Penelitian Korelasional bertujuan untuk mengungkapkan hubungan Korelatif antar Variabel walaupun TIDAK diketahui apakah hubungan tersebut merupakan hubungan Sebab – Akibat atau bukan.
Yang dimaksud Hubungan Korelatif adalah Hubungan yang menyatakan adanya adanya perubahan pada satu variabel yang diikuti oleh perubahan pada variabel yang lain.
Dalam hubungan korelatif dilihat keeratan hubungan antara kedua variabel, oleh karenanya dalam penelitian ini Harus Melibatkan paling sedikit Dua Variabel.

Untuk Uji Statistik, menggunakan Analisis Korelasi. Dalam analisis ini nantinya akan didapatkan suatu angka yang dinamakan Koefisien Korelasi.
Angka Korelasi yang mendekati angka 1 ditafsirkan sebagai Korelasi yang Sangat Kuat. Sedangkan angka koefisien korelasi yang mendekati Nol ditafsirkan sebagai Korelasi yang Tidak Kuat (Lemah), dan Angka Korelasi sama dengan Nol ( = 0 ) ditafsirkan sebagai Tidak Ada Korelasi. Disamping itu, dikenal juga Korelasi Positif dan Korelasi Negatif.
KORELASI POSITIF :
Diperoleh Hubungan yg Setara, artinya : kenaikan nilai satu variabel diikuti dengan kenaikan nilai variabel yang lain.
KORELASI NEGATIF :
Diperoleh Hubungan yg Bertolak Belakang, artinya : Kenaikan nilai pada satu variabel diikuti Penurunan nilai variabel lain.

STUDY PREDIKSI
Study Prediksi ini digunakan untuk memperkirakan tentang kemungkinan munculnyasuatu gejala berdasarkan gejala lain yang sudah muncul dan diketahui sebelumnya.

PENELITIAN EVALUASI
Penelitian Evaluasi dilakukan untuk menilai suatu program yang sedang atau sudah dilakukan.
Misalnya :
Penelitian evaluasi tentang perkembangan pelayanan puskesmas, penelitian tentang program pemberantasan penyakit menular, penelitian evaluasi tentang program perbaikan gizi, penelitian evaluasi tentang cakupan pelayanan imunisasi balita, penelitian evaluasi tentang mutu layanan fasilitas kesehatan dll.

Hasil dari penelitian ini digunakan untuk perbaikan atau peningkatan program – program tersebut.

Dalam mengolah atau menganalisa data pada desain studi evaluasi ini hanya menggunakan statistik sederhana saja, misalnya analisa presentase saja.

PENELITIAN KEPUSTAKAAN
Penelitian Kepustakaan adalah penelitian yang dilakukan di perpustakaan dan mengambil setting perpustakaan sebagai tempat penelitian dengan objek penelitiannya adalah bahan-bahan perpustakaan. Penelitian perpustakaan dilakukan oleh seorang yang ingin mengetahui teori-teori apa yang digunakan dari waktu ke waktu. Misalnya ia ingin mengetahui teori-teori belajar yang pernah digunakan zaman dahulu sampai sekarang.

PENELITIAN EXPERIMENTAL (SELANJUTNYA DISEBUT EKSPERIMEN)
Metode Eksperimen merupakan metode penelitian yang menguji suatu cara, teori, terhadap suatu penyelesaian masalah. Yang dicari adalah bentuk hubungan sebab akibat melalui pemanipulasian variabel independen dan menguji perubahan yang diakibatkan oleh pemanipulasian dari variabel tersebut. Metode eksperimen ditujukan untuk meneliti hubungan sebab akibat dengan cara melakukan manipulasi satu atau lebih variabel pada satu atau lebih kelompok kelompok kontrol yang tidak mengalami manipulasi.

ACTION RESEARCH
            Action Research dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai Penelitian tindakan atau penelitian Tindakan Kelas.
Action Research is inquiry or research in the context of focused efforts to improve the quality of an organization and its performance. (Htsebagai berikut:
Penelitian untuk menguji cobakan ide-ide ke dalam praktek untuk memperbaitp://www.tab.brown.edu/dnd/ar.atm)
Action Research is learning by doing- a group of people identifies a problem, does some thing to resolve it, sees how successful their efforts were, and if not satisfied, tries again.”
Kemmis (1983) mendefiniskan penelitian tindakan ki/ mengubah seuatu agar memperoleh dampak nyata dari suatu situasi.
Ada empat tahapan penting dalam penelitian tindakan yaitu :
1. Perencanaan
2. Pelaksanaan
3. Pengamatan
4. Refleksi

Action Research termasuk penelitian kualitatif meskipun dalam penelitian Action Research ada data kuantitatif. Action Research berbeda dengan penelitian formal, yang bertujuan untuk menguji hipotesis dan membangun teori yang bersifat umum (general). Action Research lebih bertujuan memperbaiki kinerja, sifatnya kontekstual dan hasil nya tidak untuk digeneralisasi


PENELITIAN EKSPLANATIF
PENELITIAN EKSPLORATORI adalah penelitian bertujuan untuk menguji suatu teori atau hipotesis guna memperkuat atau bahkan menolak teori atau hipotesis hasil penelitian yang sudah ada.Penelitian eksploratori bersifat mendasar dan bertujuan untuk memperoleh keterangan, informasi, data mengenai hal-hal yang belum diketahui. Karena bersifat mendasar, penelitian ini disebut penjelajahan (eksploration). Penelitian eksploratori dilakukan apabila peneliti belum memperoleh data awal sehingga belum mempunyai gambaran sama sekali mengenai hal yang akan diteliti. Penelitian eksploratori tidak memerlukan hipotesis atau teori tertentu. Peneliti hanya menyiapkan beberapa pertanyaan sebagai penuntun untuk memperoleh data primer berupa keterangan, informasi, sebagai data awal yang diperlukan.
Penelitian Eksplanatif atau yang bersifat menerangkan, yaitu penelitian yang dapat dilakukan kalau pengetahuan tentang masalahanya sudah cukup, artinya sudah ada beberapa teori tertentu dan sudah ada berbagai penelitian empiris yang menguji berbagai hipotesa tertentu sehingga terkumpul berbagai generalisasi empiris. Penelitian yang bisa berbentuk eksperimen selalu bertolak dari suatu hipotesa yang diperoleh dari suatu teori tertentu.
 TUJUAN PENELITIAN EKSPLANATIF :
- Menguji berbagai hipotesa tertentu dengan maksud membenarkan atau memperkuat  hipotesa itu.
- Mencari sebab-musabab dari suatu gejala. 
- Menentukan sifat dari hubungan antara satu atau lebih gejala atau variabel terikat dengan satu atau lebih variabel bebas.
Kelebihan dari Penelitian eksplanatif adalah penelitian dapat dikuasai oleh peneliti, sehingga dapat memperoleh ketepatan dalam pengukuran variabel-variabel yang diteliti. Sedangkan kelemahannya adalah sampai di manakah hasil penelitian tersebut berlaku.
Penelitian ini bertitik pada pertanyaan dasar “mengapa”. Orang sering tidak puas hanya sekadar mengetahui apa yang terjadi, bagaimana terjadinya, tetapi juga ingin mengetahui mengapa terjadi. Kita ingin menjelaskan sebab terjadinya suatu peristiwa. Untuk itu, perlu diidentifikasi berbagai variabel di luar masalah untuk mengkonfirmasi sebab terjadinya suatu masalah. Oleh karena itu, penelitian penjelasan ini juga disebut sebagai penelitian konfirmatori (Confirmatory research) dan makin dikenal sebagai penelitian korelasional (Correlational research). Beberapa definisi penelitian korelasional dikemukakan sebagai berikut:
Melalui penelitian eksplanatori ini dapat diketahui bagaimana korelasi antara dua atau lebih variabel baik pola, arah, sifat, bentuk, maupun kekuatan hubungannya. Penelitian koreslasional ini dimulai dengan pertanyaan implisit atau eksplisit: “Adakah hubungan antara X dan Y?” Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini hanya dapat diperoleh melalui penelitian penjelasan atau korelasional. Berikut ini adalah contoh penelitian korelasional: “Adakah hubungan antara motivasi kerja dan tingkat kemangkiran pegawai?”, “Adakah hubungan antara motivasi kerja dan tingkat kemangkiran pegawai?”.
TIPE PENJELASAN PENELITIAN
Tipe penjelasan yang biasa adalah sebagai berikut:
1.    Causal explanations merupakan penjelasan tentang apa penyebab dari beberapa peristiwa atau fenomena. Penjelasan kausal merupakan tipe yang sangat umum dari penjelasan yang digunakan jika ubungan adalah satu tentang sebab dan akibat. Kita mungkin mengatakan kemiskinan menyebabkan kejahatan, kebebasan moral menyebabkan suatu peningkatan dalam perceraian, atau kepuasan meningkatkan prestasi.
2.    Structural explanations merupakan penjelasan tentang apa peran abstrak atau universal, kode atau hukum yang memberi keterangan memuaskan tentang hubungan antara ciri-ciri dari sistem dan peran-peran yang menciptakan strukturmya. Penjelasan struktural digunakan dengan teori-toeri fungsional dan pola-pola. Seorang peneliti membuat satu penjelasan struktural dengan menggunakan satu set asumsi-asumsi interconnected, konsep-konsep, dan hubungan –hubungan. Konsep-konsep dan hubungan-hubungan dalam satu teori membentuk satu mutually reinforcing system. Dalam penjelasan struktural, seorang peneliti menentukan satu sekuensi dari tahap-tahap atau mengenalkan bagian-bagian esensial yang membentuk suatu interlocked whole. Misalnya, mengapa industri kesehatan dari negara maju mendapat inspirasi dari kemiskinan pedesaan dunia ketiga?.
3.    Interpretive explanation yang bertujuan untuk membantu pemahaman. Para teorist interpretif mencoba melihat makna dari satu peristiwa atau praktik melalui penempatannya di dalam satu konteks sosial spesifik. Pemaknaannya datang dari konteks pada satu sistem simbol kultural. Penjelasan dicapai dengan menunjukkan hubungan antara dua atau lebih variabel. Unit-unit untuk analisis tersebut disebut dengan variabel.
Ada dua tipe utama penelitian eksplanasi, yaitu penelitian asosiasi yang disebut juga dengan nama penelitian kovariasional, dan penelitian kausal. Ini berhubungan dengan makna yang terkadung dalam hubungan antar-variabel yang mungkin bermakna sebagai asosiasi (tidak menjelaskan sebab-akibat) atau hubungan kausal (menjelaskan sebab-akibat). Baik dalam penelitian koresional maupun kausal, perhatian utama menentukan arah, besar atau kekuatan kekuatan hubungan, dan bentuk-bentuk hubungan-hubungan yang di observasi. Jadi, penelitian korelasional dan kausal meliputi obeservasi nilai-nilai dari dua atau lebih variabel dan menentukan apakah terdapat hubungan di antara mereka. Hubungan antar-variabel, apakah asosiasional atau kausal, dapat diketahui melalui survei literatur.
Format eksplanasi dimaksud untuk menjelaskan suatu generalisasi sampel terhadap populasinya atau menjelaskan hubungan, atau pengaruh suatu variabel dengan variabel yang lain. Karena itu penelitian ekplanasi menggunakan sampel dan hipotesis. Untuk menguji hipotesis digunakan statistik inferensial. Beberapa pakar mengatakan bahwa format ekplanasi digunakan untuk mengembangkan dan menyempurnakan teori. Disebut ekplanasi memiliki kridibilitas untuk mengukur.






















Referensi

  David Nachmias & Chava Nachmias, Research Methods in the Social Sciences, Third Edition, New York: St. Martin’s Press, 1987, page. 10-15
  Paul.D. Leedy and Jeanne.E. Ormrod. Practical Research: Planning and Design Research Edisi 8 [2005]. Ohio : Pearson Merrill Prentice Hall. Page 145-187
Penelitian eksplanatori : Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Penelitian Deskriptif blog spot Saturday, 11 April 2009 07:36 Hartoto
Penelitian Deskriptif  : Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas